Tenaga Kesehatan dan Medik Katolik beraudiensi dengan Uskup

Twitter
WhatsApp
Email
Nakes bersama Bapak uskup

Tenaga kesehatan dan medik Katolik se-KAS bertemu dengan Mgr Robertus Rubiyatmoko di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan/ PPSM (24/4). Acara yang difasilitasi oleh DP Harian Kevikepan Kategorial KAS ini berlangsung sejak pagi sampai sore dengan peserta 136 orang. Hadir perwakilan dari berbagai rumah sakit dan klinik-klinik, Perdhaki (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) Jateng, KMKI (Komunitas Medik Katolik Indonesia) DIY, Paguyuban dokter katolik Solo Raya, Paguyuban dokter katolik Semarang, Direksi RS, Klinik, dan pengurus yayasan-yayasan kesehatan Katolik, UPP Sosial dan Yayasan Karina KAS. Hadir pula Vikep Yogya Timur Rm A Maradiyo, moderator paguyuban dokter Katolik Solo Raya Rm R Budiharyana, Sekretaris Uskup KAS Rm Martin Kleruk, Kadinkes Prov DIY dokter G. Anung Trihadi MPH, Kadinkes Kab Boyolali dr FX Kristandiyoko.

 

Dalam pengantarnya, Vikep Kategorial KAS, Rm Yohanes Dwi Harsanto menyatakan bahwa sesuai RIKAS outcomes ketiga  2026-2030, pelayanan kesehatan KAS terhadap masyarakat mensyaratkan adanya sinergi, dan punya sistem yang bertransformasi di era digital demi pelayanan pada kaum KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingir, Difabel). “Kita bersinergi. Kita bertolong-tolong menanggung beban seperti nasehat St Paulus dalam Galatia 6:2, dengan spirit satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Kita saling mendengarkan masing-masing unsur sebagai keseluruhan”, kata Rm Santo.

 

Tampil sebagai para pemantik diskusi ialah dr G Anung Trihadi MPH  dari sisi pemerintah, dokter S. Iwan Santoso MPH dari Perdhaki Jateng, Dr.dr. FX  Wikan Indrarto Sp.A  dari insititusi pendidikan medik, dokter Haris Sukastyo Sp.OG dan dokter Caraka Anto Yuwono MM dari tenaga kesehatan, dan Rm Bernard Himawan dari Yayasan Karina KAS.  Forum Group Discussion (FGD) dilaksanakan dalam 5 kelompok yaitu kelompok yayasan, kelompok direksi RS, kelompok praktisi nakes-named, kelompok akademisi, dan kelompok Manajerial Rumah Sakit/Klinik. Masukan dari hasil diskusi dipaparkan dengan segala catatannya. Terakhir ialah tanggapan dari Bapak Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko.

 

Bapak uskup senang dengan perjumpaan ini.  “Sudah diangan-angan cukup lama baru sekarang kesampaian” kata Mgr Ruby. Lebih lanjut uskup menegaskan  “Upaya kesehatan sesuai dengan Ardas ke IX , bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Ada beberapa RS katolik di KAS, dan puluhan klinik yang dikelola oleh tarekat, keuskupan, paroki,  dan dikelola oleh umat awam. Anda semua dipanggil dan diutus untuk melibatkan diri dalam karya Yesus mengangkat martabat manusia, yaitu dengan menyembuhkan  orang. Yesus selalu menyapa, mengambil inisiatif untuk datang ke orang yang menderita, dan tak pernah menyalah-nyalahkan. Anda menampilkan wajah kerahiman Allah yang penuh belaskasih. Meskipun banyak kekurangan, pelayanan kesehatan Katolik diminati masyarakat karena menampilkan hati penuh kasih yang mau merawat kehidupan, sejak pembuahan sampai mati alami. Perutusan nakes dan named katolik ialah membela dan merawat kehidupan”. Dengan gayanya yang akrab dan segar Bapak Uskup Rubiyatmoko mengajak agar teknologi RS dan klinik Katolik selalu dimutakhirkan. Hal ini dilakukan dengan kerjasama antar-yayasan, juga untuk pengadaan obat, pendidikan SDM,  dan sistem manajemen. Bapak Uskup minta agar dana kesehatan untuk kaum miskin dikoordinasikan dengan Panitia APP paroki, kevikepan, keuskupan dan panitia dana papa miskin paroki.

(JokWar)

Berita Terkini

Berita Rayon

JADWAL MISA