WKRI DIY – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DIY menyelenggarakan seminar bertema penguatan etika, integritas, dan profesionalisme di era transformasi digital di Aula Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus DPD DIY, para ketua cabang, serta anggota WKRI dari Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta.
Seminar ini merupakan bagian dari program strategis DPD DIY untuk memaknai semangat emansipasi perempuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini. Fokus utama kegiatan diarahkan pada kesiapan perempuan Katolik dalam menghadapi perubahan lanskap digital yang berkembang pesat tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar organisasi.
Vikaris Episkopalis (Vikep) Yogyakarta Barat, Romo AR Yudono Suwondo, Pr, memberikan peneguhan rohani dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas organisasi harus berakar pada semangat iman dan pengabdian sebagai bagian dari karya Gereja. Romo Wondo juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter yang kokoh di tengah arus perubahan zaman.
“Gemblenglah mereka dengan teladan perkataan dan tindakan kalian agar mereka memiliki watak dan kepribadian yang kokoh, dan teguh sehingga mampu menghadapi dan menanggung segala kesulitan dan tipu daya mana pun yang akan menghancurkan warisan bangsa dan leluhur kita,” ujar Romo Wondo mengutip pesan Mgr. Soegijapranata.
Dalam sesi inti, narasumber Ekandari Sulistyaningsih memaparkan materi mengenai transformasi digital dalam organisasi. Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan perubahan mendasar pada pola pikir dan model organisasi.
“Transformasi digital menuntut organisasi untuk beradaptasi secara cepat, memanfaatkan teknologi secara optimal, dan tetap menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi identitas organisasi,” jelas Ekandari. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan keamanan data sebagai tantangan baru dalam budaya organisasi modern.
Selain aspek teknis, seminar ini mendalami pilar integritas dan etika sebagai pedoman berinteraksi di ruang digital yang terbuka. Peserta didorong untuk membangun reputasi digital yang positif melalui transparansi dan konsistensi. Hal ini merespons fakta masih rendahnya tingkat kesopanan digital di Indonesia, sehingga anggota WKRI diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadirkan budaya digital yang sehat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran perempuan Katolik di tengah masyarakat. Dengan semangat Kartini, para peserta diharapkan dapat terus bergerak dinamis dan beradaptasi dengan tantangan zaman sembari tetap menjaga nilai pelayanan yang menjadi ciri khas WKRI.








