Kamis, 23 April 2026
Bacaan Injil: Yoh 6:44-51
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Dalam sejarah Gereja sudah ada banyak mukjizat Ekaristi yang diakui dan diyakini oleh Gereja. Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya kepada Gereja sepanjang zaman.
Mukjizat Ekaristi pertama yang diakui Gereja terjadi di kota Lanciano tahun 700. Lanciano adalah sebuah kota kecil di pesisir Laut Adriatic di Italia. Lanciano berarti “tombak”.
Menurut tradisi, Santo Longinus, prajurit yang menikamkan tombaknya ke lambung Yesus hingga mengalir Darah dan Air (Yoh 19:34), berasal dari Lanciano. Longinus bertobat setelah peristiwa penyaliban dan di kemudian hari dia wafat sebagai martir demi iman pada Kristus.
Di kota Lanciano itu, ada seorang imam yang meragukan akan kehadiran Kristus dalam rupa hosti dan anggur. Semakin lama keragu-raguannya itu semakin kuat. Suatu pagi, saat Konsekrasi dalam perayaan Misa, tubuhnya gemetar dan berguncang hebat.
Di hadapan umat, ia menunjukkan apa yang telah terjadi. Hosti telah berubah menjadi Daging dan anggur menjadi Darah!
Dalam Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan kembali bahwa diri-Nya sebagai roti hidup, sumber kekuatan bagi kita. Menerima Yesus sebagai Roti Hidup juga berarti kita selalu diyakinkan untuk menjadi pemenang yang sanggup bertahan menghadapi serangan si Iblis.
Tujuan si Iblis yakni mencerai-beraikan kita dan menjauhkan kita dari Allah. Iblis mencuri satu persatu berkat-berkat Allah dalam hidup kita, sehingga hidup kita tidak bahagia.
Misalnya: rumah tangga dibuat tidak harmonis dan sering konflik, generasi muda jatuh dalam cengkraman seks bebas dan narkoba, perpecahan dalam paguyuban doa, keluarga bisa retak karena pinjol (pinjaman online) dan judol (judi online), dll.
Yesus sungguh hadir dalam Ekaristi. Dialah Sang Roti Hidup dari Surga. Dari Ekaristilah kita diberi daya ilahi untuk diutus menjadi saksi-Nya di tengah masyarakat. Dari “Altar” kita diutus pergi ke “Pasar”, agar kabar gembira terus tersiar. Orang menemukan jalan keselamatan, sehingga tidak kesasar.
Pertanyaan refleksinya, apakah selama ini kita telah melakukan persiapan batin sebelum menyambut Komuni dengan baik? Seberapa besar kerinduan kita untuk menerima Kristus Sang Roti Hidup dalam Ekaristi?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









