Percik Firman: Dari Terbatas Menjadi Berlimpah

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil hari ini sangat menarik dan inspiratif. Saat Yesus berada di sebuah gunung, banyak orang berbondong-bondong datang kepada-Nya. Dia tidak tega melihat mereka yang kelaparan. Hati-Nya tergerak oleh belaskasihan.

Jumat, 17 April 2026

Bacaan Injil: Yoh 6:1-15

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Bacaan Injil hari ini sangat menarik dan inspiratif. Saat Yesus berada di sebuah gunung, banyak orang berbondong-bondong datang kepada-Nya. Dia tidak tega melihat mereka yang kelaparan. Hati-Nya tergerak oleh belaskasihan.

Dia bertanya kepada Filipus: ”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan Yesus untuk mencobai Filipus, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Kadangkala dalam kehidupan ini Tuhan mencobai kita. Dia bercanda pada kita. Dia berpura-pura bertanya pada kita. Padahal Dia sudah tahu jawabannya. Dia sudah tahu apa yang perlu dilakukan untuk kita umat-Nya. Dia sudah mengerti kebutuhan kita. Tuhan ingin menguji diri kita, seberapa peka dan pedulinya kita pada orang lain, seberapa besar kita mengandalkan Tuhan.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering bertemu dengan begitu banyak orang yang butuh empati dan atensi. Diantaranya: orang yang tidak mempunyai makanan yang cukup, orang yang sakit, orang yang menderita, dsb. Yesus menantang kita untuk menggunakan berkat yang kita terima untuk dipakai membantu dan melayani mereka yang sungguh memerlukan bantuan. Meskipun terbatas, Tuhan bisa melipat-gandakannya dan membuatnya berkelimpahan. Dari terbatas bisa menjadi berlimpah.

Yesus mengajak kita untuk memakainya demi menolong dan berempati dengan mereka. Dari sedikit yang kita miliki, Yesus akan menambahkannya menjadi seratus kali lipat. Kita akan sangat surprise dengan kelimpahan berkat yang belum pernah kita alami sebelumnya.

Dengan lima roti dan dua ikan dari seorang anak kecil, Tuhan Yesus menunjukkan kepedulian-Nya dan memberikan berkat-Nya secara melimpah. Pesan utamanya adalah pentingnya kita berbagi, mengandalkan Tuhan, dan mengucap syukur dalam keterbatasan.

Pertanyaan refleksinya, berapa banyak Berkat Tuhan yang telah kita terima? Berapa banyak waktu kita untuk orang lain selama ini? Apa saja yang sudah kita persembahkan untuk Tuhan, Gereja dan sesama?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr