Senin, 30 Maret 2026
Bacaan Injil: Yoh 12:1-11
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Ada sebagian dewan paroki berkonspirasi mau memindahkan Romo Parokinya. Mereka resah atas kehadiran Romo itu. Kenyamanan mereka yang terjadi selama ini terusik. Managemen keuangan yang tidak beres dicoba dibenahi oleh Romo itu. Kehidupan liturgi yang kurang pas mulai ditata dan diluruskan. Beberapa tokoh lama di dewan paroki merasa tersinggung dan terusik.
Tetapi ada kelompok lain yang senang dengan kehadiran Romo itu. Mereka sudah lama merindukan sosok imam yang berani membenahi keadaan paroki itu dan menyadarkan sikap “oknum” dewan yang tidak benar.
Suasana seperti itu yang juga terjadi pada Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Diungkapkan, “…imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus”.
Ada sekelompok pemuka orang Yahudi (orang Farisi dan imam-imam kepala) ingin berkonspirasi menyingkirkan Yesus. Mereka tidak senang dengan kehadiran Yesus yang makin moncer dan terkenal. Kenyamanan mereka terganggu. Pengaruh mereka terhadap orang banyak mulai pudar.
Orang banyak tertarik dan kagum pada Yesus. Mereka meninggalkan imam-imam kepala dan orang Farisi. Kemudian Imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Yesus dan Lazarus yang baru saja dibangkitkan Yesus. Konspirasi di antara mereka segera mekar dan segala siasat serta rencana jahat pun disusun secara terstruktur, sistematis dan masif.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita sebagai orang Kristiani untuk hidup, bersaksi, dan berjuang dengan semangat kasih persaudaraan. Tuhan Yesus telah memberikan teladan untuk tidak gentar dan tidak takut terhadap ancaman. Meskipun kebaikan dan kepedulian-Nya selama ini ditanggapi dengan niat jahat dari sekelompok orang, Tuhan Yesus tetap konsisten dengan prinsip hidup-Nya. Maju terus pantang mundur!
Konspirasi kejahatan bisa menggila dan kegelapan terus berusaha eksis di dalam Gereja. Namun kita tidak boleh menyerah karena kuasa Allah pasti akan meraja. Kita tidak perlu takut pada ancaman demi kebaikan dan kebenaran.
Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikap kita ketika menghadapi masalah dan konspirasi kejahatan selama ini? Apa saja tantangan yang kita hadapi sebagai pengikut Kristus zaman ini?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









