Pertemuan Tim Litbang Paroki/Stasi Kevikepan Yogyakarta Barat Digelar di Paroki Sedayu

Twitter
WhatsApp
Email
data yang akurat dan benar sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan kegiatan, memprediksi tren masa depan, serta menguji berbagai kemungkinan dalam pelayanan pastoral

Pertemuan Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Paroki/Stasi Kevikepan Yogyakarta Barat telah dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 09.00–13.00 WIB, bertempat di Aula Paroki Santa Theresia Sedayu. Kegiatan ini dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari para anggota Tim Litbang Paroki dan Stasi dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Yogyakarta Barat. Acara dipandu oleh Bapak Gregorius Puspito Sukindro selaku moderator. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Mars Keuskupan Agung Semarang yang kemudian dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Wakil dari Paroki Ganjuran.

Dalam sambutannya, Romo Antonius Koko Kristanto, Pr selaku Vikaris Parokial Sedayu menyampaikan terima kasih atas kesediaan para Romo serta Bapak/Ibu Tim Litbang yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan bersama untuk belajar serta memanfaatkan sistem yang telah disiapkan, termasuk penggunaan username dan password yang diberikan guna membantu kelancaran proses pengelolaan data dalam kegiatan Litbang. Selanjutnya, Romo Agustinus Nunung Wuryantoko, Pr selaku Koordinator Tim Programasi dan Litbang Kevikepan Yogyakarta Barat kembali menegaskan tugas dan peran Tim Litbang Paroki sebagaimana tertuang dalam Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Pastoral Paroki (P5). Beliau mengingatkan pentingnya pembaruan data secara berkala agar data yang tersedia dapat membantu Dewan Pastoral Paroki dalam menyusun program dan pelayanan pastoral yang lebih tepat sasaran.

Materi berikutnya disampaikan oleh Romo Agustinus Agus Widodo, Pr selaku Ketua Koordinator Tim Litbang Keuskupan Agung Semarang. Dalam paparannya, beliau menyampaikan fokus kerja Litbang KAS tahun 2026, antara lain menyiapkan tools sederhana berdasarkan Fokus Pastoral Keuskupan tahun 2026 yang dapat membantu Litbang Kevikepan maupun Paroki dalam melakukan kajian sederhana sebagai dasar penyusunan program pelayanan tahun 2026. Selain itu, Litbang KAS juga akan melakukan kajian berdasarkan data-data yang disediakan oleh Tim IT untuk memetakan berbagai tren yang terjadi dalam kehidupan umat, seperti perubahan jumlah umat, baptisan, pernikahan, kondisi perekonomian umat, dan berbagai dinamika lainnya. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pastoral, sehingga potensi yang ada dapat semakin dikembangkan dan berbagai persoalan dapat dicari solusi yang tepat. Litbang KAS juga siap membantu dan mendampingi penelitian maupun kajian yang dilakukan oleh UPP, Komisi, Kevikepan, maupun Paroki. Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa data umat merupakan basis data umat Katolik Keuskupan Agung Semarang yang menjadi dasar bagi seluruh pelayanan pastoral Gereja Katolik sepanjang waktu. Oleh karena itu, Tim Litbang Paroki dan Lingkungan diminta untuk bersinergi dalam melakukan verifikasi, koreksi, pembaruan, serta pelengkapan data agar selalu sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Data umat yang berdomisili di wilayah paroki menjadi tanggung jawab Tim Litbang Paroki, sedangkan data sakramen menjadi tanggung jawab Sekretaris Paroki, dan keseluruhan data tersebut berada di bawah tanggung jawab Romo Paroki.

Romo Heribertus Suprihadi, Pr selaku Ketua Koordinator Tim Programasi Keuskupan Agung Semarang juga menyampaikan harapan agar Tim Litbang Paroki segera melakukan verifikasi data secara menyeluruh. Data yang akurat diharapkan dapat membantu Tim Programasi dalam menyusun program pelayanan baik yang bersifat rutin maupun visioner bagi tim-tim pelayanan paroki. Dengan demikian, pada saat pelaksanaan TEPAS diharapkan sudah tersedia gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan program yang sejalan dengan arah dasar keuskupan (Ardas). Selanjutnya, Bapak Alexius Satyo W menyampaikan pentingnya melihat data tidak hanya di tingkat paroki tetapi juga pada tingkat kevikepan, sekaligus mengajak peserta untuk belajar dari berbagai praktik baik yang telah berkembang di paroki-paroki terkait pelaksanaan tugas Tim Litbang Paroki dan Stasi. Pada sesi dinamika kelompok, Bapak Yohanes Setiyanto memfasilitasi diskusi dengan beberapa pertanyaan reflektif yang dibahas dalam kelompok, antara lain mengenai praktik-praktik baik dalam pengembangan iman umat di paroki masing-masing, prioritas pastoral yang akan diusulkan kepada Dewan Pastoral Paroki, hal-hal penting yang perlu dicermati atau diwaspadai dalam kehidupan paroki, serta usulan kriteria untuk menentukan status ekonomi umat seperti kategori sejahtera dan pra-sejahtera.

Pada bagian peneguhan, Romo A. R. Yudono Suwondo, Pr selaku Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat menyampaikan refleksi melalui kisah Admiral Isoroku Yamamoto, komandan Armada Gabungan Jepang yang gugur pada 18 April 1943. Peristiwa tersebut terjadi karena pasukan Amerika Serikat berhasil memecahkan kode komunikasi Jepang sehingga mengetahui jadwal perjalanan Yamamoto. Ketepatan waktu pasukan Amerika Serikat dalam menjalankan strategi tersebut akhirnya membuat pesawat yang ditumpangi Yamamoto berhasil ditembak jatuh. Melalui kisah tersebut, Rama Vikep menegaskan bahwa data yang akurat dan benar sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan kegiatan, memprediksi tren masa depan, serta menguji berbagai kemungkinan dalam pelayanan pastoral. Beliau juga mengingatkan pentingnya integritas bagi Tim Data Paroki agar data yang dimiliki tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Oleh karena itu, Tim Litbang diharapkan dapat terus melanjutkan dinamika pelayanan Litbang di masing-masing paroki dan stasi.

Pertemuan ini ditutup dengan doa penutup serta berkat yang dipimpin oleh Romo Benedictus Aditya Relliantoko, Pr. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi Tim Litbang Paroki dan Stasi dalam mendukung penyusunan program pelayanan pastoral yang berbasis data demi perkembangan kehidupan umat di Keuskupan Agung Semarang.