KEVIKEPAN KEDU – Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Kevikepan Kedu telah menggelar rangkaian Safari Komsos di tiga rayon (Utara, Selatan, dan Tengah) Rayon Utara yang berlangsung dari tanggal 1 Maret 2026 dilanjutkan di Rayon Selatan tanggal 12 April 2026 dan ditutup di Rayon Tengah pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum krusial bagi regenerasi pewarta gereja dengan melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) dalam lingkup Kevikepan Kedu.
Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya strategis untuk memastikan arus regenerasi pewartaan di tingkat paroki tetap segar dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pada setiap pertemuan dalam perhelaan tersebut Ketua Komsos Kevikepan Kedu, Setyo Winarko, selalu menekankan soal anak muda yang harus selalu terlibat. Tak hanya itu, pada zaman teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mulai merambah dunia kreatif, Gereja wajib beradaptasi tanpa kehilangan mengurangi esensi sebagai acuan dalam membuat pewartaan.
Setyo mengungkaplan, “Pewartaan zaman sekarang telah menggunakan teknologi terkini seperti AI. Melibatkan OMK berarti menjaga agar api pewartaan digital kita tetap menyala dengan cara-cara yang kreatif dan modern,”.
Pelatihan tersebut menggandeng narasumber praktisi media nasional sekaligus umat di wilayah Kevikepan Kedu, meliputi:
- Gabriel Dwi Hari Nugroho (Pewarta Senior Komsos Kedu) : Memaparkan materi “Pewartaan Digital Media Sosial”. Ia menekankan pentingnya teknik pembuatan konten yang relevan dengan algoritma media sosial saat ini agar pesan iman dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
- J.R Fillian Perdana( Musisi dan Revenue Finance Manager di Netrilis Perusahaan Distribusi Musik Digital ) : Menjelaskan musik yang tepat dalam meramu konten digital agar menarik penonton.
- Regina Rukmorini (Mantan Wartawan Harian Kompas): Sosok yang akrab disapa Ruri ini mengupas tuntas mengenai “Etika Penulisan Jurnalistik”. Ruri berbagi kisah suka duka menjadi jurnalis dan menekankan pentingnya mencari angle atau sudut pandang berita yang unik agar konten menjadi menarik dan kreatif.
- M. Hari Atmoko (Wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara): Umat Paroki St. Maria Fatima ini memperdalam teknik penulisan berita. Menurutnya, seorang pewarta harus jeli menangkap sisi menarik dari sebuah peristiwa agar tidak menjadi sekadar informasi biasa.
- R.W Sunbio Pratama (Wartawan Freelance): Umat Paroki St. Yusuf Pekerja Mertoyudan ini memberikan wawasan mengenai penggunaan AI. “Teknologi AI itu hadir untuk membantu, bukan menggantikan peran manusia,” tegas Bio.
Sebagai penutup rangkaian safari, para peserta yang terdiri dari pengurus Komsos Paroki dan perwakilan OMK diajak untuk melakukan dinamika kelompok. Mereka melakukan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, tantangan, dan kesempatan (SWOT) dalam mengembangkan media pewartaan digital di paroki masing-masing.
Melalui kolaborasi antara pengalaman para senior Komsos dan kreativitas OMK, diharapkan pewartaan digital di setiap paroki di Kevikepan Kedu semakin solid, profesional, dan mampu menjadi saksi iman yang efektif di dunia maya.
Penulis: Herning Palmono
Editor: Agus Weraiter









