Senin, 9 Maret 2026
Bacaan Injil: Luk 4:24-30
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pernah Anda mengalami pengalaman ditolak? Ditolak karena apa? Mungkin ditolak lamaran pekerjaan, ditolak cinta, ditolak mencari utangan, ditolak bertamu, ditolak minta bantuan, ditolak skripsi, dsb.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus ditolak oleh orang-orang sekampung halamannya di Nazaret. Menjalankan tri-tugas kenabian (meneguhkan, mengkritik, dan menghibur) memang tidak selalu mudah seperti yang dialami Tuhan Yesus. Penolakan dan cibiran bisa terjadi.
Yesus ditolak bukan sekedar karena orang-orang sekampungnya mengenal Yesus sebagai anak Yusuf tukang kayu. Tetapi karena Misi Yesus yang menjangkau ke wilayah bangsa lain rupanya menimbulkan kecemburuan, kemarahan dan keinginan untuk membunuh Dia. Mereka tidak mau menerima Yesus. Hati mereka tertutup akan pewartaan Yesus.
Menghadapi penolakan di kampung halaman-Nya di Nasaret, Yesus memang merasa kecewa dan heran. Namun Ia tidak lantas marah dan emosi. Kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang penuh kuasa. Pasti, Ia mampu untuk melawan orang-orang itu. Namun, Ia tidak mau melakukan. Justru, “Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka lalu pergi” (Luk 4:30).
Sikap dan tindakan Yesus ini menegaskan bahwa penolakan dan kemarahan tidak perlu dilawan dengan kemarahan. Kekerasan tidak perlu dilawan dengan kekerasan. Ia memilih pergi, karena konflik yang terjadi sudah bukan lagi menggunakan akal tetapi okol. Dengan pergi ke tempat lain, Yesus tetap menabur kasih. Dia masih mempunyai harapan bahwa di tempat lain Ia akan diterima dan karya-Nya akan semakin berkembang.
Semoga semangat kasih dan harapan selalu berkobar dalam diri kita. Meskipun ditolak, semangat kita tidak surut. Kasih akan membuat kita tidak takut menghadapi aneka tantangan dan penolakan. Kasih juga akan membuat kita tidak mudah putus asa, mutung atau ngambeg dalam pelayanan. Kita tetap mau terlibat dalam hidup menggereja.
Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikap kita jika mengalami ditolak? Seberapa kuat kita menghadapi kesulitan dan tantangan akhir-akhir ini?
Marilah kita mohon kekuatan Tuhan agar kita mempunyai semangat kasih yang tulus dan tegar menghadapi pengalaman ditolak. Semoga kita menjadi orang kristiani yang tangguh, pantang menyerah, dan maju terus tahan banting.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









