Perhelatan itu mengambil tema “Aku Siap (Wani) Melayani”, adapun acara tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi para pelayan umat dalam lingkungan paroki.
Dari kegiatan tersebut telah menemukan 21 pasangan, sementara itu bagi yang belum mendapatkan semoga segera menemukan yang cocok dengan saling berinteraksi melalui kontak para peserta Jomlo Katolik jilid 2 kali ini.
Festival Think adalah salah satu wadah orang muda katolik (OMK) Paroki
Santo Yusup Wonokerso untuk berkreasi dan berkarya. Kegiatan ini sudah
terlaksana sebanyak 4 kali, yang diawali pada tahun 2014 (Festing #1), 2015
(Festing #2), 2018 (Festhink #3), dan yang terakhir terlaksana pada tahun 2023
(Festhink #4). Festival Ting digagas oleh Ismanto, seniman patung dari
Lereng Merapi yang saat itu sedang berkontribusi dalam acara Tri Hari Suci
Gereja Santo Yusup Wonokerso (2014).
Selain menindaklanjuti hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025 dan pertemuan Komisi HAK Regio Jawa, forum ini secara khusus diadakan untuk menyikapi berbagai kesulitan nyata yang dihadapi masyarakat dalam mengurus perizinan tempat ibadah serta mengantisipasi potensi konflik yang berhubungan dengan pemakaman.
Dunia hari ini seakan tersihir oleh kecepatan algoritma. Kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar alat, melainkan narasi besar yang mendominasi percakapan global, mulai dari ruang redaksi hingga ke meja makan keluarga.
Misa yang berlangsung hangat ini dipimpin langsung oleh Romo Paroki, Romo Ignatius Sapto Adi Wibowo, Pr. Menariknya, perayaan Paskah bersama ini jatuh bersamaan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang diperingati setiap Hari Minggu Paskah VII. Momen ganda ini menjadi refleksi mendalam bagi para pelayan yang setiap minggunya berdiri di barisan depan menyambut umat.

Jejak Kenangan dan Rasa Syukur HUT ke-70 Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan, Sarasehan Menimba Hikmah dari Para Pengikat Keimanan
October 15, 2026
Suasana Gedung Griya Witaka Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan, Magelang, terasa begitu hangat dan hidup pada Minggu pagi, 27 September 2026. Hari itu, saya bersama puluhan rekan katekis dan pemandu dari berbagai lingkungan se-Paroki Mertoyudan berkumpul bersama. Pertemuan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan sebuah ruang perjumpaan dan penyegaran semangat pelayanan dalam rangka mengungkapan rasa syukur atas HUT ke-70 Paroki kami.














