Melalui HPS 2025 tersebut, pemerintah,organisasi, sektor, komunitas, dan kita sesama manusia dituntut mampu untuk memastikan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk mendapatkan makanan sehat, dan hidup yang layak di dunia ini.
Romo kelahiran 1 September 1968 tersebut, pada saat sebelum meninggal dunia, sempat menerima sakramen perminyakan dari Romo Sadyaka Raharjo, SJ di RSPR, Yogyakarta pada pukul 13.00 WIB, Minggu, 5 Oktober 2025.
Sejarah awal berdirinya Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan tidak bisa begitu saja terlewatkan, berawal dari karya misi di Muntilan, yakni Romo Franciscus Gregorius Josephus Van Lith, SJ atau yang lebih dikenal dengan Romo Van Lith.
Komisi Kitab Suci Kevikepan Kedu mengemas acara tersebut dalam bentuk lomba, antara lain lomba mazmur, lomba membuat dan menyampaikan renungan, lomba cerdas cermat dan yang cukup unik yakni lomba ‘’stand up comedy’’ atau melawak tunggal.
Hari itu Helarius Daru Indrajaya alias Ndaru dari Ndarboy Genk dijadwalkan akan hadir untuk berbincang, dan bernyanyi bersama. Acara pertemuan itu merupakan rangkaian dari HUT ke-125 Paroki Santo Ignatius Magelang. Konsep acara ini seperti siniar yang berlalu lalang di layar ponsel dari akun YouTube.
Sejumlah 30 remaja di Paroki Administratif Santo Petrus Borobudur ikut dalam Bible Camp yang telah berlangsung dari Jumat–Sabtu, 5–6 September 2025. Dalam acara dengan tema “Menjadi Percaya Diri dengan Kristus di Hati” tersebut, para remaja diajak untuk belajar hidup mandiri.

Bersama iringan hujan, Bulan Maria dibuka seraya mengenang Santo Yusup Pekerja
May 1, 2026
Perayaan Pesta Nama Santo Yusup Pekerja di paroki Mertoyudan tahun ini terasa sangat bermakna karena letaknya yang berada tepat di ambang pintu bulan Mei. Dalam tradisi Gereja, momen transisi ini mempertemukan dua teladan agung dalam satu tarikan napas liturgi. Kita diajak untuk mengenang ketekunan Santo Yusup dalam karya tangannya, sembari secara resmi melangkah masuk ke dalam bulan yang didedikasikan untuk Bunda Maria.



















