Titik tertinggi keheningan merasuk dalam kalbu bagi para umat terbentuk pada Jumat Agung, Jumat,3 April 2026. Gereja tampak lebih sederhana, tanpa hiasan meriah. Salib menjadi pusat perhatian, mengajak umat merenungkan penderitaan dan wafat Kristus. Doa-doa dilantunkan dengan penuh khidmat, sementara suasana sunyi membantu setiap pribadi masuk dalam perenungan yang lebih dalam. Banyak umat datang dengan hati yang tertunduk, membawa doa dan pergulatan hidup mereka.
Ketua Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) bersama Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar pertemuan koordinasi pada Minggu (1/3/2026).
Yang paling istimewa kegiatan ini juga dihadiri Bupati Temanggung Agus Setyawan atau lebih dikenal dengan nama Agus Gondrong. Agus sungguh mengapresiasi gerak langkah warga masyarakat yang sudah peduli dengan lingkungannya. Agus juga mengucapkan terima kasih bahwa yang terlibat bukan hanya warga Temanggung tapi juga warga Kabupaten Magelang yang juga merasakan manfaat dari irigasi Soropadan ini.
Sebanyak 3.000 orang dari tujuh desa di Kabupaten Temanggung dan Magelang, Jawa Tengah, bergotong-royong, bersama-sama membersihkan lapisan sedimen dan sampah di di daerah irigasi Soropadan di Kecamatan Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (25//1/2026).
Suasana Natal masih terasa bagi siswa dan guru Sekolah Dasar atau SD Kanisius Sumberrejo 2 juga Taman Kanak-Kanak atau TK Santo Yusuf Mertoyudan. Mereka merayakannya dengan mengunjungi Taman Doa Imatuka di Dusun Gemer, Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Ketika berada di depan tamu undangan Didik membuat suasana mencair dan penuh senyuman. Para tamu yang tercatat sejumlah 1.350 orang itu juga tampak menikmati jalannya acara dari mulai hingga selesai.

Pekan Suci dalam Citra dari Tombol Rana: Secuplik Peristiwa Paskah di Gereja Santo Yusup Pekerja Mertoyudan
April 7, 2026
Titik tertinggi keheningan merasuk dalam kalbu bagi para umat terbentuk pada Jumat Agung, Jumat,3 April 2026. Gereja tampak lebih sederhana, tanpa hiasan meriah. Salib menjadi pusat perhatian, mengajak umat merenungkan penderitaan dan wafat Kristus. Doa-doa dilantunkan dengan penuh khidmat, sementara suasana sunyi membantu setiap pribadi masuk dalam perenungan yang lebih dalam. Banyak umat datang dengan hati yang tertunduk, membawa doa dan pergulatan hidup mereka.








