PAROKI WARAK – Perubahan lahan pertanian menjadi kawasan perumahan dan tempat usaha menjadi salah satu perhatian dalam perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 di Paroki Santo Petrus Warak, Sleman. Melalui sejumlah kegiatan, paroki mengajak umat memperhatikan keberlanjutan pangan, penguatan ekonomi keluarga, pengelolaan lingkungan, dan solidaritas sosial.
Mengangkat tema “Tanah yang Dihidupkan, Kehidupan yang Diteruskan”, rangkaian HPS berlangsung pada 3–24 Oktober 2026. Kegiatan meliputi pelatihan UMKM, budidaya tanaman, pengelolaan sampah, pemberkatan alat usaha, bazar, lomba memasak olahan umbi, hingga penyaluran bantuan sosial.
Gregorius Decky Krishartedi, yang akrab disapa Pak Decky, menjelaskan bahwa tema tersebut berangkat dari perubahan lingkungan sosial di wilayah Santo Petrus Warak. Lahan pertanian yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat mulai berkurang dan berganti menjadi kawasan perumahan serta tempat usaha.
Perubahan tersebut memunculkan perhatian terhadap keberlanjutan sumber pangan dan kehidupan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Gereja perlu membantu umat memahami perubahan lingkungan sekaligus menemukan cara untuk menjaga kehidupan di tengah perkembangan kawasan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 3 Oktober 2026 melalui pelatihan UMKM di Gedung Serbaguna Santo Petrus Warak. Sebanyak 24 pelaku UMKM dari umat paroki mengikuti pelatihan yang menghadirkan Yovita Imaculata Lucky Astuti Hapy Ria, pemilik Sirikit Catering dan Kapulaga Wedding Planner.
Materi pelatihan mencakup pembangunan identitas dan branding produk, pemasaran melalui WhatsApp, riset produk, pemahaman kebutuhan konsumen, strategi mempertahankan pelanggan, serta pengelolaan keuangan usaha.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah pentingnya membangun usaha yang sehat meskipun berskala kecil. Pengelolaan keuangan dengan memisahkan uang pribadi dan uang usaha menjadi salah satu materi yang ditekankan.

Sehari kemudian, 4 Oktober 2026, umat mengikuti pelatihan penyiapan media tanam dan budidaya cabai Jawa serta merica di halaman parkir gereja. Kegiatan ini menghadirkan Itok Sampoerno dan Tim Bolayana Farm.
Pelatihan tersebut mengajak umat mengenal kembali proses budidaya tanaman, mulai dari menyiapkan media tanam hingga memahami kebutuhan tanaman. Kegiatan menanam juga diperkenalkan sebagai sarana pendidikan bagi keluarga agar anak-anak dan generasi muda mengenal sumber pangan.
Pada 11 Oktober 2026, rangkaian HPS berlanjut dengan kegiatan pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini memperluas pembahasan mengenai pangan dengan mengajak umat memperhatikan sampah dan limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Dimensi iman dan solidaritas sosial menjadi bagian dari kegiatan pada 17 Oktober 2026. Paroki menyelenggarakan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Benediktus Nugroho Susanto, Pr., pemberkatan alat-alat usaha, serta Bazar UMKM di Gereja Santo Petrus Warak.
Dalam rangkaian tersebut, umat juga mengumpulkan sembako, perlengkapan mandi, dan perlengkapan mencuci untuk disalurkan kepada Yayasan Hamba di Pakem dan Yayasan Bakti Luhur di Berbah.
Puncak HPS berlangsung pada 18 Oktober 2026. Perayaan Ekaristi pukul 07.00 WIB dipimpin Romo Yohanes Yunuar Ismadi, Pr., Pastor Paroki Santo Petrus Warak. Setelah perayaan Ekaristi, umat mengikuti lomba memasak olahan umbi, bazar, dan berbagai kegiatan kebersamaan.
Lomba memasak olahan umbi menjadi salah satu kegiatan untuk mengenalkan kembali bahan pangan lokal. Berbagai jenis umbi diolah menjadi sajian yang mendorong umat mengenali keragaman sumber pangan selain beras dan tepung terigu.
Anak-anak juga dilibatkan melalui lomba mewarnai. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan kepedulian terhadap lingkungan dan pangan sejak usia dini.
Rangkaian HPS ditutup dengan penyerahan bantuan sosial pada 24 Oktober 2026. Orang Muda Katolik (OMK) bersama panitia menyerahkan bantuan yang telah dikumpulkan kepada Yayasan Hamba di Pakem dan Yayasan Bakti Luhur di Berbah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HPS 2026 Paroki Santo Petrus Warak mengangkat keterkaitan antara perubahan lingkungan, keberlanjutan pangan, penghidupan keluarga, dan kepedulian terhadap sesama.
Persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga dengan keberadaan lahan produktif, pengetahuan bercocok tanam, pola konsumsi, dan pengelolaan sampah. Penguatan UMKM menjadi salah satu perhatian lain dalam membantu keluarga mempertahankan penghidupan di tengah perubahan lingkungan sosial.

Kegiatan tersebut juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan setelah perayaan selesai. Pengetahuan budidaya tanaman perlu dipraktikkan, pengelolaan sampah perlu menjadi kebiasaan, dan pelatihan UMKM membutuhkan pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus yang mengajak umat merawat bumi sebagai rumah bersama. Kepedulian terhadap lingkungan tidak terpisah dari tanggung jawab terhadap kehidupan manusia dan generasi mendatang.
HPS 2026 menjadi ruang bagi umat Paroki Santo Petrus Warak untuk menghubungkan iman dengan persoalan sehari-hari, mulai dari pangan, pekerjaan, lingkungan, hingga solidaritas sosial.
Penulis : Hans Salvatore



