Percik Firman: Hidup Ini Kesempatan Berbuat Baik

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil ini hari ini mengisahkan tentang kesabaran Tuhan. Orang diajak untuk bertobat (=berbuah) karena diberi kesempatan Tuhan untuk hidup lebih baik.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Bacaan Injil: Luk 13:1-9

Saudari-saudara yang terkasih, 

Bacaan Injil ini hari ini mengisahkan tentang kesabaran Tuhan. Orang diajak untuk bertobat (=berbuah) karena diberi kesempatan Tuhan untuk hidup lebih baik. Seruan bertobat bernada keras dengan perumpamaan yang menjelaskan bagaimana kerahiman dan kesabaran Tuhan bisa menjadi kenyataan. Pohon Ara yang tidak berbuah selama tiga tahun itu masih mendapat kesempatan setahun lagi. Harapannya, tahun depan akan menjadi pohon yang baik dan bisa berbuah.

Perumpamaan ini juga memperlihatkan betapa besarnya peran pengurus kebun. Ia bernegosiasi dengan sang pemilik untuk memintakan kelonggaran. Ia bersedia menggemburkan tanah sekeliling dan memberi pupuk. Pengurus kebun itu bukan administrator yang bekerja atas dasar kalkulasi untung rugi saja. Tetapi dia adalah orang yang memelihara mereka yang sulit dan yang masih berani mendekati mereka yang menjengkelkan Tuhan.

Perumpamaan itu disampaikan Tuhan Yesus untuk menyadarkan dan mengkritik sikap orang-orang Yahudi, baik yang tinggal di Galilea maupun Yerusalem. Masalah di Galilea ialah perbedaan (jurang) antara orang kaya dan orang miskin, adanya ketidakadilan sosial yang makin memojokkan orang miskin. Sedangkan masalah orang Yerusalem ialah sikap saleh tetapi sombong, merasa aman, mau mengatur Tuhan.

Dua wilayah itu melambangkan dua tipe kedosaan yang perlu dijauhi, yaitu: (1) kelekatan pada kekayaan, sehingga melupakan sesama (“dosa orang Galilea”), dan (2) sikap merasa diri sudah jadi orang suci, sehingga berlaku munafik dan bahkan memusuhi Yesus sebagai utusan Tuhan sendiri (“dosa orang Yerusalem”).

Hidup ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk apa? Kesempatan untuk berbuat baik, bertobat, mengembangkan bakat, mengabdi Tuhan, melayani Tuhan, dsb. Maka ada ungkapan inspiratif yang mengingatkan kita, “Luwih becik dadi bekas wong elek, tinimbang dadi bekas wong apik” (lebih baik menjadi mantan orang jahat daripada mantan orang baik).

Sampai ada lagu “Hidup Ini adalah Kesempatan”. Berikut ini penggalan syairnya: “Hidup ini adalah kesempatan/ Hidup ini untuk melayani Tuhan/ Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri/ Hidup ini harus jadi berkat. Oh Tuhan pakailah hidupku/ Selagi aku masih kuat/ Bila saatnya nanti/ Ku tak berdaya lagi/ Hidup ini sudah jadi berkat”.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana hidup kita akhir-akhir ini: lebih banyak berbuat baik atau berbuat dosa? Sejauhmana komitmen kita untuk menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr