Ketoprak “Mbangun Padhepokan Tresna Jati” Angkat Sejarah Gereja Babadan

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI BABADAN – Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan menggelar pementasan ketoprak bertajuk Mbangun Padhepokan Tresna Jati pada Senin (24/8/2026) pukul 19.00. Pementasan di area parkir belakang gereja itu menjadi bagian dari perayaan 64 tahun pemberkatan Gereja Babadan sekaligus 15 tahun berdirinya status paroki.

Lakon tersebut mengangkat kisah perjuangan para pendahulu dalam merintis Gereja Babadan. Naskah disusun oleh Sambodo dan disempurnakan Ki Wardjudi Wignyosworo, sedangkan seluruh pertunjukan dimainkan umat dalam wadah Pentas Ketoprak Sembada Budaya.

Pementasan juga menghadirkan sejumlah bintang tamu, antara lain Ki Wahjudi Wignyosworo, Purwanti, Kasilah, Rm. Ignatius Fajar Kristianto, dan Rm. FX. Merry Kristian Putra. Kehadiran mereka melengkapi pertunjukan yang menjadikan sejarah gereja sebagai bagian utama dari cerita.

Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan, Rm. Antonius Saptono Hadi, Pr, mengatakan ketoprak tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali sejarah dan perjuangan generasi sebelumnya. Menurut dia, lakon Mbangun Padhepokan Tresna Jati mengajak umat mengenali kembali akar sejarah pendirian Gereja Babadan.

Rangkaian perayaan sebelumnya diisi Festival Gamelan Lagu Ardas IX Keuskupan Agung Semarang se-Kevikepan Yogyakarta Timur, Pameran Lukisan Rohani, Expo Panggilan bagi generasi muda, serta perayaan Ekaristi Misa Puncak syukur. Pementasan ketoprak menjadi bagian akhir dari rangkaian tersebut.

Menurut Rm. Antonius, rangkaian kegiatan itu juga diarahkan untuk menghubungkan kebudayaan lokal, pembinaan iman, dan kehidupan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana pewarisan pengetahuan, nilai perjuangan, serta pendidikan iman bagi generasi penerus sekaligus menjaga budaya Jawa dan hubungan dengan masyarakat sekitar.

Pementasan turut melibatkan masyarakat di sekitar gereja. Sejumlah tamu dari unsur pemerintah lokal, tokoh lintas agama, FKUB-Rela Kelurahan Wedomartani, serta warga Padukuhan Dolo dan Pokoh disebut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.