Katakese Kebangsaan Wilayah 2: Napak Tilas Karya Romo Mangun di Kampung Code

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI JETIS — Keguyuban dan persaudaraan menjadi warna utama Katekese Kebangsaan putaran kedua yang digelar umat Katolik Wilayah 2 Paroki Jetis Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Mengambil bentuk napak tilas, kegiatan ini mengajak umat katolik dari Lingkungan Yohanes Bangunrejo, Maria Immaculata Kricak, Paulus, Alfonsus, dan Thomas-Jatimulyo menyusuri jejak pengabdian Romo Yosef Bilyarta Mangunwijaya di Kampung Code, Kelurahan Kotabaru.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi kesempatan bagi umat untuk menghayati keteladanan Romo Mangun sekaligus membangun kembali kedekatan dengan masyarakat di lingkungan tempat Romo Mangun dahulu berkarya.

Romo Mangun, biasa Ia disapa mengabdikan diri di Paroki Jetis pada 1980–1986. Kampung Code menjadi salah satu ruang penting pengabdiannya. Di tempat ini, Ia hadir bersama warga, membangun kehidupan bersama, serta menghadirkan ruang-ruang yang mendukung pendidikan dan perjumpaan masyarakat.

Dalam napak tilas, peserta mengunjungi bangunan bekas tempat tinggal Romo Mangun, perpustakaan yang kini menjadi Museum Romo Mangun, Masjid Kalimasodo yang dirancang dan dibangun Romo Mangun, serta paseban (balai pertemuan) yang sampai hari ini masih digunakan sebagai tempat pertemuan warga. Jejak-jejak tersebut menjadi pengingat bahwa karya Romo Mangun tak mengenal sekat serta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang ia dampingi.

Kehangatan persaudaraan semakin terasa ketika rombongan diterima Ketua RT 001, Mutiah, bersama warga Kampung Code. Slamet, salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan bekas tempat tinggal Romo Mangun, turut berbagi cerita tentang sosok dan karya Romo Mangun di tengah masyarakat. “Jika Romo Mangun tidak berkarya di sini, mungkin tempat ini sudah tidak ada, karena dulu akan digusur dan Romo Mangun datang untuk membela warga dengan melakukan penataan bantaran Kali Code”, ujar Slamet.

Warga Kali Code menyambut peserta katekese dengan menyajikan makanan dari UMKM setempat. Suasana tersebut membuat napak tilas tidak terasa sebagai kunjungan formal, melainkan sebagai perjumpaan antarsesama warga Yogyakarta yang berbagi cerita, sejarah, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Di akhir kegiatan, umat Wilayah 2 menyerahkan tali asih untuk membantu perawatan bangunan dan peninggalan karya Romo Mangun. Dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih kepada warga Kampung Code yang selama ini ikut menjaga jejak sejarah Romo Mangun tersebut.

Koordinator Wilayah 2, Djanuarius Sukmanorawan, mengapresiasi kepedulian warga Kampung Code dalam merawat peninggalan Romo Mangun.

“Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat persaudaraan, bukan hanya di antara umat Katolik Wilayah 2, tetapi juga dengan masyarakat Kampung Code sebagai bagian dari masyarakat Yogyakarta dan Indonesia,” ujarnya.

Dari kegiatan napak tilas, umat diajak untuk menghayati semangat dari katekese kebangsaan dengan berefleksi dari keteleadanan Romo Mangun bahwa menjadi Katolik sekaligus menjadi Indonesia berarti hadir, peduli, dan berjalan bersama masyarakat. (Wempi)