Sesarengan Gusti Yesus kang Mangreh, Umat Boro Ora Bakal Remeh
Dalam rangka menggemakan semangat Ardas IX Keuskupan Agung Semarang sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-99 Gereja Boro, Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Theresia Lisieux Boro merancang fokus pastoral berupa pemanfaatan media digital secara efektif dan inovatif dalam kegiatan pewartaan serta pelayanan paroki. Program ini diwujudkan melalui Lomba Video Konten Berbasis Lingkungan yang melibatkan seluruh lingkungan di Paroki Boro.

Sebagai bentuk pendampingan sekaligus mendorong keterlibatan umat, khususnya di tingkat lingkungan, DPP Bidang Pewartaan dan Evangelisasi bekerja sama dengan Tim Pelayanan Komunikasi Sosial (Komsos) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Konten Video pada Minggu, 19 Juli 2026, bertempat di Aula SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang.
Sebanyak 65 peserta, yang didominasi oleh Orang Muda Katolik (OMK), mengikuti pelatihan ini. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai lingkungan dan komunitas di Paroki Boro yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak pewartaan digital di wilayah masing-masing.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB ini dipandu oleh Gabra Mikael Arda dari Komsos Kevikepan Yogyakarta Barat, yang juga merupakan anggota Komsos Paroki Medari. Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi, Andriana Tri Handayani, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk semakin menghidupkan dinamika pastoral di Paroki Boro. Menurutnya, meskipun sudah banyak umat yang mampu membuat konten digital, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan, mengasah kreativitas, serta meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

Didampingi Veronika Veni, Mas Arda membagikan berbagai materi mengenai proses kreatif pembuatan konten, mulai dari merancang ide, menyusun alur cerita, teknik pengambilan gambar, pemanfaatan peralatan sederhana, hingga proses eksekusi konten. Berbagai contoh karya juga dipaparkan sebagai inspirasi bagi para peserta.
Agar materi tidak berhenti pada tataran teori, peserta kemudian dibagi ke dalam lima kelompok yang terdiri atas berbagai rentang usia dan perwakilan lingkungan. Dengan memanfaatkan smartphone sebagai perangkat utama, setiap kelompok diminta merancang sekaligus memproduksi sebuah video konten. Setelah makan siang, seluruh kelompok menyebar ke berbagai lokasi untuk merealisasikan ide cerita yang telah disusun bersama.
Seluruh hasil karya peserta kemudian diunggah ke Google Drive yang telah disiapkan oleh Tim Komsos. Melalui media tersebut, setiap karya dapat disaksikan, diapresiasi, dan menjadi bahan evaluasi bersama sebagai bekal untuk mengikuti Lomba Video Konten Berbasis Lingkungan.

Menutup kegiatan, Pastor Paroki Boro, Rama Thomas Ari Wibowo, Pr, memberikan peneguhan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Dalam pesannya, beliau mengajak umat untuk percaya diri dalam berkarya dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pewartaan.
“Bersama Tuhan Yesus, wong Bârâ ora sepele – Sesarengan Gusti Yesus kang Mangreh, Umat Boro Ora Bakal Remeh – Wong ndesa, wong gunung ora sepele. Kita bisa berkarya dan berwarta di mana saja, dari mana saja, dan kapan saja. Kehadiran kita harus tampak nyata. Melalui smartphone yang digunakan untuk hal-hal positif, kita dapat mewujudkan Sabda Allah yang menghidupi iman serta menyebarkan kebenaran.”
Semangat tersebut menjadi penegasan bahwa pewartaan pada era digital tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan teknologi yang dimanfaatkan secara bijaksana, setiap umat dipanggil untuk menjadi pewarta Injil yang relevan, inspiratif, dan membawa terang bagi sesama.









