
Bertempat di gereja Hati Kudus Yesus Pugeran, telah dilantik oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto selaku Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang sejumlah pengurus Profesional dan Usahawan Katolik Daerah Istimewa Yogyakarta atau PUKAT DIY periode 2026-2030 (26/06/2026). Pelantikan dalam perayaan Ekaristi ini juga dihadiri oleh Ketua Umum PUKAT Nasional Julius Yunus Tedja, dan Ketua PUKAT KAS RY. Kristian Hadiyanto. Turut mendampingi romo vikep kategorial terlihat Vikep Yogya Timur Romo A. Maradiyo, Vikep Yogya Barat Romo AR. Yudono Suwondo, moderator PUKAT DIY Romo Y. Sigit Heriyanto, dan pastor paroki Pugeran Romo FX. Sukendar Wignyasumarta.
Ketua PUKAT DIY Yuvensius Sasongko Iswandaru menyatakan dalam sambutannya mengajak para pengurus agar melayani dengan sukacita. Lebih lanjut ia mendorong keterlibatan PUKAT DIY dalam mengatasi keprihatinan sekolah-sekolah Katolik di DIY agar mengalami kebangkitan. Idenya ialah mengembangkan Sekolah Katolik Plus. “Keprihatinan mengenai Sekolah Katolik terdengar di sana-sini. Kita bergerak nyata! Selain itu saya mengajak kita peduli pada pengembangan UMKM melalui pelatihan dan workshops agar mereka berkembang memperluas pasar serta meningkatkan daya saing”, kata Sasongko. Sementara Kristian Hadiyanto menambahkan, agar PUKAT DIY mengembangkan potensi khas DIY untuk mengembangkan Gereja. “Kami berharap PUKAT DIY bertumbuh menjadi komunitas yang solid, profesional dan berdampak nyata bagi Gereja. Ingat, bahwa PUKAT adalah Profesional dan Usahawan Katolik, tak hanya usahawan saja!”, jelasnya. Julius Yunus mengucapkan terimakasih kepada pengurus sebelumnya yang diketuai Willy Sudjono dan mengucapkan selamat melayani bagi pengurus baru. “Saya mengajak kita mempraktekkan Ajaran Sosial Gereja dalam kerja nyata”, ajaknya. Romo Sigit berpesan agar PUKAT DIY jangan berorientasi pada masalah namun pada solusi. Romo Maradiyo mengharap agar pengurus selalu berkomunikasi dengan baik dan mengembangkan kesejahteraan umat. Romo Wondo mengutip kisah Enrique Shaw dalam buku panduan misa, seorang pengusaha dan profesional yang mengembangkan asosiasi pengusaha Kristen Argentina dan selalu mengajak keluarganya datang awal untuk ikut misa di gereja, dan bersiul-siul sepulang kerja.
Dalam homili yang berdasar Roma 12:4-8 dan Injil Matius 25:14-30, Romo Dwi Harsanto menekankan pentingnya semangat mengembangkan talenta dan potensi umat DIY. Ia pun menekankan urgensi agar PUKAT DIY bersemangat satu tubuh dengan bergotong royong, dan bekerja sama. Ia mencontohkan terlaksananya “Asian Youth Day 7” 2017 lalu yang sukses di Yogya berkat kebaikan hati dan gotong royong para profesional dan usahawan. Dengan ilustrasi budaya DIY yang ramah dan baik hati, Romo Santo memperlihatkan gambaran nyata bahwa kendati orang Yogya ‘kaya akan pendapat dan mepet pendapatan’, mereka tetap ramah tamah. “Ketulusan, keramahtamahan dan kegotongroyongan adalah ‘intangible asset’ yang hebat di Yogya. Ketika ketamuan, walau tak punya suguhan yang mewah, tak segan orang Yogya nyuguh seadanya dengan tulus ikhlas kendati hanya ‘intip dan rengginang’ ”, tegasnya disusul tawa umat yang hadir. “Bila hidup hanya sendirian saja, pasti kita mati. Namun dengan bekerja sama, kita bertahan hidup dan sejahtera bersama”, tandasnya.
Setelah Ekaristi dan pelantikan, para pengurus PUKAT DIY dan hadirin beramah tamah di aula Wisma Rosari.
Foto: Ratna
Naskah: JokWar


















