Sabtu, 23 Mei 2026
Novena Roh Kudus Hari ke-9
Bacaan Injil: Yoh 21:20-25
Saudari-saudara yang terkasih,
Setiap dari kita tentu mempunyai kisah kasih di sekolah, baik di era tahun 1960-an, 1970-an, 1980-an, 1990-an, atau 2000-an. Setiap era atau zaman punya kekhasannya.
Kita mengalami kasih dengan orang tertentu, di tempat tertentu, juga dalam masa tertentu. Baik saat di SD, di SMP, di SMA, di kampus, di gereja, di warung angkringan, atau di Gua Maria tertentu. Kisah kasih itu bisa memberi kita kenangan yang tak terlupakan.
Ada yang surat-suratan; ada yang kirim pesan lewat siaran radio; ada yang kirim lewat pos; kirim surat lewat makcomblang; ada yang telpon-telponan di wartel (warung telpon) yang harus antri; ada yang lewat telpon uang koin, dimana setiap lima menit harus memasukan koin lagi biar tidak terputus hehehe…
Pada zaman sekarang kisah kasih itu bisa terekam lewat WhatsApp, Instagram, Youtube, atau media sosial lain. Tentu kisah-kisah itu akan terekam dan terkenang sepanjang masa.
Bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-9 ini merupakan bagian penutup dari Injil Santo Yohanes. Ada begitu banyak kisah kasih Tuhan Yesus dengan para murid yang telah ditulis oleh Santo Yohanes dalam Injilnya. Saking banyaknya kisah kasih itu sampai kesulitan untuk menuliskan semua kisah itu.
“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”, tulis Santo Yohanes di ayat terakhir Injilnya.
Kisah kasih Tuhan tidak akan pernah selesai dituliskan. Tidak akan pernah berhenti diwartakan sepanjang zaman, sampai kapan pun. Selalu saja ada kisah kasih-Nya yang terus terjadi.
Meski dalam garis bengkok hidup kita, Allah akan dapat menuliskan kisah kasih dalam hidup kita. Endingnya selalu terbuka. Terbuka untuk terus dituliskan, dihayati, dirasakan, dialami dan diwartakan sampai kapan pun. Bahkan sampai kita sudah tidak ada di dunia ini.
Pertanyaan refleksinya, Apa saja kisah kasih Allah yang kita alami dalam keluarga kita? Bagaimana caranya membagikan kisah kasih Allah itu kepada generasi-generasi selanjutnya?
Selamat berakhir pekan sambil menyongsong Hari Raya Pentakosta, turunnya Roh Kudus, Hari lahirnya Gereja.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









