KEDU, MAGELANG– Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santa Maria Fatima Magelang pada sore hari Minggu, 17 Mei 2026. Alunan megah dari paduan suara mengiringi langkah perarakan petugas liturgi memasuki panti imam, menandai dimulainya Perayaan Ekaristi Paskah Bersama Tim Pelayanan (Timpel) Keamanan Parkir Paroki Santa Maria Fatima Magelang.
Misa yang berlangsung hangat ini dipimpin langsung oleh Romo Paroki, Romo Ignatius Sapto Adi Wibowo, Pr. Menariknya, perayaan Paskah bersama ini jatuh bersamaan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang diperingati setiap Hari Minggu Paskah VII. Momen ganda ini menjadi refleksi mendalam bagi para pelayan yang setiap minggunya berdiri di barisan depan menyambut umat.
Komunikasi yang Bersumber dari Kerendahan Hati
Sebagai wajah pertama yang dijumpai umat saat tiba di gereja, Timpel Keamanan Parkir memiliki peran strategis dalam membangun rasa aman dan nyaman. Menyadari hal tersebut, Romo Adi dalam homilinya menggarisbawahi betapa krusialnya sebuah komunikasi yang sehat demi terjalinnya relasi yang solid di dalam tim maupun dengan umat.
“Komunikasi yang baik semestinya didasarkan atas kerendahan hati. Harus ada kerelaan untuk saling mendengarkan satu sama lain,” pesan Romo Adi hangat.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa komunikasi kristiani yang sejati adalah komunikasi yang membuahkan tiga hal: menggembirakan suasana, menginspirasi tindakan kebaikan, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan atau damai sejahtera bagi semua pihak.
Belajar dari Kegagalan Yudas Iskariot
Dalam bagian refleksi yang menyentuh batin, Romo Adi mengajak umat yang hadir untuk merenungkan kisah Yudas Iskariot. Mengapa Yudas sampai hati mengkhianati Gurunya?
Romo Adi menjelaskan bahwa Yudas sebenarnya gagal memahami pola komunikasi Yesus. Kegagalan itu bukan karena Yesus tidak mampu menyampaikan kasih-Nya, melainkan karena hati Yudas telah dibutakan oleh si jahat. Yudas memilih untuk menutup rapat pintu hati dan pikirannya dari maksud serta kehendak Yesus.
Renungan ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh anggota Timpel untuk selalu menjaga hati yang terbuka. Tanpa hati yang terbuka, pelayanan yang melelahkan di lapangan rentan memicu kesalahpahaman. Sebaliknya, dengan hati yang lapang, setiap koordinasi di area parkir dan keamanan akan berakar pada kasih Kristus.
Hangatnya Kebersamaan dan Dialog Pelayanan
Seusai perayaan iman di dalam gereja, kebahagiaan Paskah berlanjut ke ruang ramah tamah. Suasana akrab begitu terasa saat seluruh anggota tim menyantap hidangan sederhana namun penuh berkat yang disiapkan secara swadaya oleh rekan-rekan anggota tim sendiri.
Sembari menikmati sajian, momen ini tidak dilewatkan begitu saja. Terjadi dialog, evaluasi ringan, dan sharing santai antarpengurus serta anggota. Semua masukan yang mengalir sore itu bermuara pada satu tujuan mulia: terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan seluruh umat Paroki Santa Maria Fatima Magelang.
Misa Paskah dan ramah tamah ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bahan bakar spiritual yang memperbarui semangat Timpel Keamanan dan Parkir untuk kembali bertugas menjadi “penjaga gerbang rumah Tuhan” dengan sukacita yang menyala.
Sumber: Tim Media Paroki Santa Maria Fatima Magelang









