Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk kelompok Kevikepan Kategorial dan Lembaga Karya digelar di Pusat Pastoral Sanjaya, Muntilan, Kamis (15/10/2026). Sebanyak 243 peserta mengikuti pertemuan ini. Temu Pastoral ini menjadi wadah perjumpaan bagi para pengurus Dewan Pastoral Kevikepan Kategorial, Pengurus utusan kelompok kategorial, dan para moderator (romo dan biarawan-biarawati) komunitas kategorial.
Para peserta dari kelompok Kevikepan Kategorial mewakili dari rumpun doa, rumpun pelayanan, rumpun minat dan profesi, rumpun KLMTD. Adapun Kelompok Lembaga Karya merupakan perwakilan dari Ormas Katolik, Lembaga Sosial, Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah, Lembaga Pendidikan Tinggi, dan Lembaga Kesehatan Katolik.
Para peserta bersama-sama mendalami tema ‘Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan: Formasio Iman yang Fundamental, Eklesial, Total dan Integral’. Tema ini menjadi landasan bagi para peserta untuk menghayati panggilan Gereja dalam mewujudkan program nyata di tengah umat dan masyarakat. Romo Yohanes Wahyu Rusmana, Pr. Memoderatori pertemuan ini dengan penuh sukacita.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo F.X. Sugiyana, Pr membuka Temu Pastoral dengan menjelaskan tujuan kegiatan ini. Temu Pastoral kali ini berfokus pada penataan dan pengorganisasian Formasio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB)”. Romo Sugiyana menegaskan bahwa tujuan akhir FIBB adalah menghadirkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan di tengah masyarakat”.

Pada sesi pertama, para peserta mendengarkan materi bertema ‘Kemuridan sebagai Jalan Kekudusan’ yang dibawakan oleh Romo Simon Petrus Sumargo, MSF. Romo Sumargo membawa peserta untuk semakin mendalami kehidupan sebagai murid Yesus. Beliau menjelaskan bahwa formasi iman integral dan transformatif melibatkan beberapa unsur, yakni doa, pengolahan diri, pembelajaran tentang acuan iman, peran komunitas, serta cinta pastoral atau misioner. Unsur-unsur tersebut dapat dipraktikkan dalam pendampingan iman dalam komunitas masing-masing.

Di sesi kedua, peserta dibawa untuk menyelami materi dengan tema ‘Pengembangan Spiritualitas dan Kapasitas Pendamping FIBB’ bersama Dr. Ferdinandus Hindiarto, SS.Psi., M.Si. Bapak Ferdinan menyampaikan bahwa FIBB di kevikepan kategorial dan lembaga karya berbeda dengan FIBB di paroki. FIBB di kevikepan kategorial dan lembaga karya adalah Formatio Iman Berkualitas dan Berdampak. Karena itu, Bapak Ferdinan juga mengajak peserta merefleksikan kondisi kelompok masing-masing saat ini. Refleksi ini menjadi dasar aksi pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Pada sesi penutup, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, memberikan peneguhan kepada seluruh peserta. Mgr. Rubi mengajak para peserta untuk menggaungkan ARDAS ‘Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan: Formatio iman Fundamental, Eklesial, Total, dan Integral’. Selain itu, Mgr. Rubi mengingatkan bahwa penggerak umat beriman terlibat dalam dinamika pastoral KAS melalui perjumpaan yang mendalam dengan Yesus, sesama umat beriman, dan masyarakat. Selain itu, Mgr Rubi mengungkapkan bahwa sinergi dan kolaborasi antar kelompok juga menjadi hal yang baik dilakukan untuk mewujudkan FIBB. Mgr. Rubi berharap pertemuan ini menjadi bekal bagi Kevikepan Kategorial dan Lembaga Karya dalam menjalankan program.









