Pakem, 15 Juni 2026 – Kevikepan Yogyakarta Barat Keuskupan Agung Semarang (KAS) melaksanakan kegiatan Supervisi dan Kunjungan Persaudaraan ke Paroki Santa Maria Assumpta Pakem pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Keuskupan Agung Semarang untuk memastikan arah penggembalaan paroki berjalan selaras dengan visi, misi, serta kebijakan pastoral Keuskupan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar dari *Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr,* selaku penanggung jawab supervisi sekaligus perwakilan Kuria KAS. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa supervisi dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Bapa Uskup dalam menyapa umat serta para pengurus paroki. Supervisi juga menjadi sarana untuk memberikan daya dorong pastoral atau “ngaruhke” agar pelayanan Gereja semakin hidup dan berkembang.
Lebih lanjut, Rm. Yohanes Dwi Harsanto menegaskan bahwa tujuan utama supervisi adalah memastikan penggembalaan paroki sungguh mampu menggerakkan umat menuju cara hidup Katolik yang relevan dan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggembalaan yang dijalankan hendaknya berlandaskan kasih Allah yang sungguh “kroso” atau dirasakan nyata oleh umat. Selain itu, seluruh gerak pastoral paroki diharapkan berjalan searah dengan kebijakan Keuskupan sebagaimana tertuang dalam RIKAS dan ARDAS, dengan kevikepan berperan sebagai pusat layanan sekaligus penggerak pastoral.
Dalam sesi peneguhan, *Rm. A. R. Yudono Suwondo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat,* menyampaikan apresiasi atas perkembangan Paroki Santa Maria Assumpta Pakem. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan ndherek bingah (turut berbahagia) atas kemajuan yang telah dicapai paroki, baik dalam bidang Tata Harta Benda, Tata Penggembalaan, Tata Administrasi, Peran PGPM, maupun Tata Kelola Tempat Ziarah. Menurut beliau, perkembangan tersebut menunjukkan hasil yang sangat baik sehingga Paroki Pakem layak menjadi salah satu paroki percontohan di Kevikepan Yogyakarta Barat.
Dalam refleksi pastoralnya, Rm. Yudono mengingatkan bahwa Gereja adalah umat yang “diperoleh-Nya dengan Darah-Nya”. Oleh karena itu, sumber kebahagiaan dan sukacita umat beriman bukanlah karena manusia lain, pemimpin, ataupun kelengkapan sarana dan prasarana. Sukacita sejati lahir karena umat telah ditebus oleh Kristus melalui darah-Nya. Sukacita tersebut kemudian menjadi daya yang dibagikan kepada sesama dalam kehidupan menggereja.
Beliau juga menegaskan bahwa Gereja Katolik bersifat universal, seluas dunia, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, meskipun umat hidup dalam konteks ruang dan waktu tertentu. Karena itu, semangat persaudaraan dan kepedulian harus terus dipupuk dalam kehidupan bersama.
Salah satu penekanan penting yang disampaikan adalah ajakan untuk saling “ngopeni” dan “ngaruhke”. Semangat itu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti memberi makan kepada yang lapar, memberi minum kepada yang haus, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, serta mengunjungi mereka yang mengalami kesepian. Dengan demikian, Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah yang nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan supervisi dan kunjungan persaudaraan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh keterbukaan, dan semangat persaudaraan. Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih atas dinamika yang baik serta sambutan hangat dari *Rm. Agustinus Nunung Wuryantoko, Pr, Rm. Yohanes Sigit Heriyanto, Pr,* beserta seluruh pengurus Dewan Pastoral Paroki dan karyawan Sekretariat Paroki Santa Maria Assumpta Pakem. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara Keuskupan, Kevikepan, dan Paroki semakin kuat dalam mewujudkan Gereja yang Bahagia, menginspirasi dan mensejahterakan.









