Dari Epifani, Pelantikan DPP, hingga Anak Misioner: Sukacita Iman di Paroki Bayat
Paroki Bayat menggelar misa istimewa pada Minggu, 4 Januari 2026, dalam suasana penuh sukacita dan semangat perutusan. Misa ini dipimpin oleh Romo Herman Yosep Singgih Sutoro, PR, Vikaris Episkopal Surakarta, dengan konselebran Romo Petrus Suratmin, PR, Pastor Paroki Bayat.
Misa tersebut sekaligus merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani), pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Pleno Paroki Bayat, serta Hari Minggu Anak Misioner Sedunia. Ketiga momen ini berpadu menjadi satu perayaan iman yang bermakna bagi seluruh umat.
Sejak awal homilinya, Romo Herman mengajak anak-anak terlibat aktif melalui dialog singkat. Anak-anak yang berani maju dan menjawab pertanyaan mendapat kenang-kenangan berupa rosario, sehingga suasana misa terasa hidup dan penuh keceriaan.
Setelah menyapa anak-anak, Romo Herman menegaskan dalam homilinya bahwa Tuhan hadir bagi semua bangsa melalui kesederhanaan. Pencarian dan perjuangan iman menuntun pada perjumpaan dengan Tuhan yang membawa pembaruan semangat hidup. Hidup orang beriman dipersembahkan bersatu dengan Kristus, siap diutus dan bermisi.

Momentum pelantikan DPP Pleno menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi pelayanan Gereja. DPP Pleno diharapkan membawa semangat baru, tidak hanya melanjutkan kebiasaan yang ada, tetapi juga menghadirkan inspirasi baru demi terwujudnya Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang ke-9, yakni Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Dalam sambutannya sebelum berkat penutup, Wakil Ketua DPP Awam, Bapak Agung, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan tanda kesediaan untuk diutus melayani Tuhan dan sesama. Pelayanan dipahami sebagai panggilan iman dan wujud pewartaan Injil di tengah tantangan zaman, seperti individualisme, menjauhnya generasi muda dari Gereja, serta derasnya arus perubahan sosial dan digital. Seluruh pengurus DPP Pleno diajak melayani dengan semangat kebersamaan dan sinodalitas dengan mengembangkan dialog.
Setelah misa, Romo Herman menyempatkan diri bergabung dalam kegiatan anak-anak PIA dan PIR. Kepada mereka, Romo berpesan agar bertumbuh menjadi anak misioner yang menghayati empat pilar karakter anak misioner: berdoa, berderma, berkurban, dan memberi kesaksian. Penampilan tarian dan nyanyian dari anak-anak PIA dan PIR menutup rangkaian perayaan dengan penuh sukacita. Perayaan ini meneguhkan semangat pelayanan dan perutusan seluruh umat Paroki Bayat
untuk semakin setia berjalan bersama Kristus dan mewartakan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: TAW











