Sleman 16 Januari 2026, Demikian tema utama Pekan Doa Untuk Persatuan Umat Kristen 2026; metafora ini menandakan Gereja sebagai entitas yang bersatu, melampaui batasan geografi, kebangsaan, etnis, dan tradisi. Paulus menggunakan metafora Gereja sebagai Tubuh Kristus untuk menggambarkan kesatuannya dengan keberagaman anggotanya. Dengan demikian, Gereja, meskipun terdiri dari banyak bagian, berfungsi sebagai suatu kesatuan yang kohesif. Setiap anggota memiliki peran yang unik dan berkontribusi pada keseluruhan kehidupan dan misi Gereja.
Pekan Doa 2026 yang diselenggarakan bersama Gereja Kristen Jawa (GKJ) Medari Wilayah Pandowoharjo, Gereja Kerasulan Baru (GKBI) Pandowoharjo dan Gereja Katolik St. Yohanes Paulus II Brayut Pandowoharjo berlangsung hikmat dengan mengambil tempat di Gereja St. Yohanes Penginjil Karangkepuh Pandowoharjo Sleman DI Yogyakarta.
Sebagaimana tubuh manusia yang terdiri berbagai macam bagian akan berjalan karena satu perintah pikiran manusia, Yesus Kristus yang memerintah dalam kehidupan tubuh gereja gereja Kristen yang memberikan spirit roh menggerakan kehidupan iman yang hidup berbuah untuk mengambil bagian dalam tindakan dan karya penyelamat kasihNYA. Demikian amanat yang disampaikan oleh Rama Benedicktus Hanjar Krisnawan, Pr, rama Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut.
Evangelis Distrik Romulus Dwijo Maruta, SE dari GKBI Yogyakarta menekankan bahwa kasih Yesus Kristus adalah yang utama didalam setiap tindakan umat Kristen. Dalam satu tubuh dan dalam satu Roh Yakni dalam Yesus Kristus yang mempersatukan seluruh umat Kristen di manapun berada, yang menjadi pendamai dalam membangun kehidupan keluarga dalam satu komunitas di tengah masyarakat, yang akan terus menjaga relasi dengan rendah hati baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Dalam kesempatan yang sama Pdt. Sat Herry Sucahyo, M.Si dari GKJ Jatimulyo Yogyakarta menyatakan bahwa relasi dengan Allah merupakan satu kesatuan organisme yang tidak terpisahkan dimana Yesus Kristus menjadi pusat organisme yang menhidupi jemaatnya. Kasih Yesus Kristus tidak berubah dalam kesatuan tubuh jemaatnya dengan selalu menghargai perbedaan sebagai kekayaanNYA; maka Ibadah Pekan Doa Sedunia ini menjadi sarana untuk merawat keindahan perbedaan yang adalah milikNYA yan dipersatukan dalam Roh Allah.
Suasana teduh yang selalu terbangun akan menjadi satu kenyamanan dan ketentraman bagi masyarakat Kalurahan Pandowoharjo dan Masyarakat Kabupaten Sleman pada umumnya. Ibadah Pekan Doa Sedunia ini akan menjadi berkat kepada seluruh jemaat yang hadir demikian sambutan Panewu Kapanewon Sleman Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si. setelah acara ibadah usai.
Ibadah Pekan Doa Sedunia ini di Kevikepan Yogyakarta Barat dilaksanakan di beberapa tempat. Rama Iswahyudi, Pr dari Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan menyatakan terimakasih kepada pemerintah melalui Panewu Sleman yang telah hadir dalam kesempatan ini sebagai wujud perhatian; juga mengapresiasi atas kerja panitia.
Ibadah Pekan Doa Sedunia sebagai tanda kehadiran Roh yang baik kali ini dilakukan pembagian bibit tanaman buah kepada perwakilan Gereja St. Yohanes Paulus II Brayut, GKJ Wilayah Mancasan dan GKBI Pandowoharjo. Dan diakhiri dengan sesi ramah tamah.









