Saatnya Tahu, Bukan Takut”: KKPKC Kev. Surakarta Ajak OMK Rayon Klaten Cegah Narkoba dan HIV/AIDS
Kaum muda merupakan harapan Gereja sekaligus generasi yang dipanggil untuk bertumbuh dan berkembang dalam kehidupan yang sehat, bijaksana, dan bertanggung jawab. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kaum muda saat ini, pengetahuan yang benar menjadi bekal penting untuk menjaga masa depan. Kesadaran inilah yang mendorong sekitar 50 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki se-Rayón Klaten mengikuti kegiatan Talk and Care bertajuk “Saatnya Tahu, Bukan Takut” yang diselenggarakan oleh Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Kevikepan Surakarta pada Minggu, 15 Maret 2026, Pukul 10:00 – 12:30 di Aula Paroki Santa Maria Ratu Bayat, Klaten.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk semakin memahami berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi kaum muda saat ini, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba serta pemahaman tentang HIV dan AIDS. Dengan pengetahuan yang benar, kaum muda diharapkan mampu mengambil sikap yang bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Serta menghilangkan STIGMA bahwa yang pertu dijauhi bukan orangnya tetapi penyakitnya atau perilakunya.

Mengenali Bahaya Narkoba dan Pentingnya Dukungan Lingkungan
Pada sesi pertama, Indra Dwi Purnomo, M.Psi., Ph.D., mengajak para peserta mengenal berbagai jenis narkoba sekaligus memahami dampaknya bagi kesehatan mental, perilaku, dan kehidupan sosial seseorang.
Pak Indra menjelaskan bahwa kecanduan merupakan persoalan kesehatan yang kompleks dan sering kali berawal dari rasa ingin tahu atau pengaruh lingkungan. “Tidak ada seseorang yang sejak awal berencana menjadi pecandu. Banyak kasus dimulai dari mencoba, pengaruh lingkungan, atau tekanan dari luar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa narkoba dapat merusak fungsi otak sehingga memengaruhi cara berpikir, emosi, dan perilaku seseorang. Kondisi tersebut kerap menjerumuskan seseorang ke dalam lingkaran masalah yang sulit diputus.
Untuk mencegah hal tersebut, Pak Indra menekankan pentingnya memperkuat faktor protektif dalam kehidupan kaum muda, antara lain melalui komunikasi yang baik dengan keluarga, keterlibatan dalam kegiatan sosial, serta kemampuan mengelola stres. Menurutnya, aktivitas positif seperti keterlibatan dalam kegiatan OMK menjadi ruang penting bagi kaum muda untuk bertumbuh secara sehat.
Menutup sesinya, para peserta diajak untuk menjalani hidup dengan penuh makna. “Hiduplah dengan bahagia dan bermakna, sehingga kita tidak mencari pelarian pada narkoba yang berbahaya,” pesannya.
Meningkatkan Kesadaran tentang HIV dan AIDS
Pada sesi berikutnya, dr. Ignatia Eva Eveliyn Hendrawan, dari Rumah Sakit Dr Oen Kandang Sapi Solo, memberikan pemaparan mengenai HIV dan AIDS. Ia menjelaskan berbagai aspek penting mulai dari pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, gejala yang dapat muncul, hingga upaya pencegahan serta pengobatan yang tersedia.
Dalam penjelasannya, dr. Eva juga menerangkan bagaimana virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Ia mengingatkan bahwa pemahaman yang benar sangat penting agar masyarakat, terutama kaum muda, tidak terjebak dalam STIGMA ataupun kesalahpahaman mengenai HIV dan AIDS.
Di akhir pemaparannya, dr. Eva juga mendorong kaum muda untuk berani mengambil sikap tegas terhadap hal-hal yang dapat merusak masa depan. “Kesehatan adalah hak semua orang, beranilah mengatakan tidak terhadap sesuatu yang negatif,” pesannya kepada para peserta.
Bagian dari Program Edukasi: Menjadi Kaum Muda yang Berani Menjaga Kehidupan
Sementara itu, tim bidang Napza dan HIV dari KKPKC Kev. Surakarta, Adventino Hokito Ariza yang akrab disapa Bento, menyampaikan bahwa kegiatan ini kegiatan berkelanjutan yang dilaksanakan secara bergilir di setiap Rayon yang berada di KEvikepan Surakarta. “Kegiatan per rayon ini baru pertama kali dilaksanakan di Bayat. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan pada 14 Juni di Wonogiri, 13 September di Karanganyar, dan 13 Desember di Purbayan,” jelasnya.
Melalui kegiatan Talk and Care ini, para OMK tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, tetapi juga diajak untuk semakin menyadari pentingnya menjaga diri, menghargai kehidupan, serta berani mengambil keputusan yang sehat dalam perjalanan hidup mereka, sehingga mampu merawat anugerah kehidupan yang telah dipercayakan Tuhan.
Kesadaran tersebut menjadi bekal penting bagi kaum muda untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus meneguhkan komitmen mereka untuk menjalani hidup yang lebih bertanggung jawab, baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama.
Program ini ditanggapi cukup antusias peserta, terlihat dalam sesi tanya jawab. Enam peserta secara aktif mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman sekaligus mengonfirmasi berbagai hal yang disampaikan oleh para narasumber.
Agar suasana tetap segar dan penuh semangat, panitia juga menyelipkan permainan konsentrasi yang mengajak peserta berpartisipasi secara aktif sekaligus membangun keakraban.
Kegiatan Talk and Care ini diakhiri dengan ramah tamah serta makan siang bersama yang semakin mempererat persaudaraan para OMK dari berbagai paroki di Rayon Klaten.
Penulis: TAW – Paroki Bayat
Penyelaras: KKPKC Kevikepan
Dokumentasi: Komsos Bayat









