Regenerasi Pengurus OMK Rayon Klaten: Belajar Berkumpul, Berani Memberi Diri

Twitter
WhatsApp
Email
Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti kegiatan regenerasi Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Rayon Klaten yang dilaksanakan di Wisma Patricia. Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk malam keakraban (makrab) dan ditutup dengan Misa Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan OMK periode 2026–2028

Klaten, 14–15 Februari 2026 – Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti kegiatan regenerasi Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Rayon Klaten yang dilaksanakan di Wisma Patricia. Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk malam keakraban (makrab) dan ditutup dengan Misa Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan OMK periode 2026–2028.

Sabtu sore (14/2), para pengurus berkumpul di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga, Dalem, sebelum bersama-sama menuju Wisma Patricia. Sejak awal, semangat kebersamaan sudah terasa. Kegiatan ini didampingi oleh Frater Adi, Frater Seto, dan Frater Albert yang dengan penuh perhatian membimbing dinamika selama dua hari.

“OMK adalah Kisah Kita”

Materi pertama yang disampaikan mengajak para peserta menyadari bahwa OMK bukanlah kisah pribadi, melainkan “kisah kita”. Dalam suasana santai namun mendalam, para peserta merefleksikan bagaimana mereka pertama kali bergabung dalam OMK, siapa yang mengajak atau menginspirasi mereka, serta harapan mereka bagi OMK ke depan.

Diskusi kelompok membuka ruang saling mendengarkan dan memahami. Setiap pribadi membawa cerita, dan cerita-cerita itu dirajut menjadi kisah bersama. OMK dipandang bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi ruang bertumbuh dalam iman dan persaudaraan.

Pada sesi berikutnya, para frater mengingatkan pentingnya kebiasaan berkumpul dan terlibat aktif. Mengutip pesan Kardinal Justinus Darmojuwono, “Wong sing ora tau kumpul bakale ucul. Yen wis kumpul, kudu wani cucul” — yang berarti bahwa orang yang tidak pernah berkumpul bisa terlepas dari komunitas, dan ketika sudah berkumpul, perlu keberanian untuk memberi diri. Memberi diri berarti menyediakan waktu, tenaga, perhatian, dan komitmen demi kehidupan bersama. OMK bukan hanya masa depan Gereja, tetapi juga bagian aktif Gereja hari ini.

Malam itu ditutup dengan renungan dan doa bersama. Setelahnya, kebersamaan berlanjut dalam acara bakar-bakar sederhana. Di tengah gerimis yang turun perlahan, para OMK berbagi tugas: menyalakan api, menyiapkan bumbu, dan merapikan tempat. Suasana sederhana itu justru menghadirkan kehangatan.

Saat waktu istirahat tiba, semua tidur bersama dengan segala keterbatasan—beralaskan karpet, tikar, sofa, bahkan kursi yang digabungkan. Mungkin tidak semuanya nyaman, tetapi kebersamaan membuat malam terasa hangat dan penuh cerita.

Dinamika yang Menguatkan

Minggu pagi diawali dengan senam bersama yang penuh tawa. Musik berganti-ganti sesuai permintaan, gerakan spontan muncul, dan suasana menjadi cair. Setelah itu, berbagai permainan kelompok digelar.

Permainan estafet karet mengajarkan kerja sama dan komunikasi. Permainan “ular naga” melatih kekompakan dan saling menjaga, bahkan di tengah semangat yang menggebu. Dalam salah satu permainan, ada sandal yang putus dan kaki yang tergores batu. Namun semangat tidak surut; luka segera ditangani dengan perlengkapan P3K yang tersedia, dan kebersamaan tetap terjaga. Dinamika itu menjadi pelajaran nyata bahwa dalam komunitas, saling menjaga bukan sekadar slogan.

Permainan lainnya menantang peserta untuk rela berbagi bahkan melepaskan barang pribadi demi kepentingan kelompok. Sementara permainan terakhir menegaskan bahwa tujuan bersama lebih penting daripada persaingan. Refleksi ini mengantar para pengurus pada kesadaran akan pentingnya semangat sinodalitas: berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

Komitmen Pelayanan dan Perutusan

Setelah dinamika pagi, para pengurus mengadakan rapat internal yang dipimpin oleh Romo Antok selaku pembimbing OMK Rayon Klaten. Dalam pertemuan tersebut, mereka merumuskan harapan, komitmen, dan langkah konkret agar OMK Rayon Klaten semakin hidup dan mampu menjadi “garam dan terang” bagi OMK di paroki masing-masing.

Rangkaian kegiatan berpuncak pada Misa Pelantikan Pengurus OMK Rayon Klaten periode 2026–2028 di Gua Maria Sendang Sriningsih. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Antok bersama Romo Seto dan Romo Yuyun, serta dihadiri perwakilan Komisi Kepemudaan Kevikepan Surakarta.

Dalam perayaan tersebut, para pengurus mengucapkan janji pelayanan sebagai tanda kesediaan untuk terlibat dan bertanggung jawab dalam karya kepemudaan Gereja. Tugas-tugas liturgi dijalankan oleh para OMK sendiri—sebagai misdinar, lektor, pemazmur, koor, dan petugas lainnya—menunjukkan partisipasi aktif kaum muda dalam kehidupan Gereja.

Regenerasi ini menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Ia menjadi momen perjumpaan, pembelajaran, dan peneguhan panggilan. Dari tawa, diskusi, dinamika, hingga perayaan Ekaristi, OMK Rayon Klaten belajar kembali arti berkumpul, berani memberi diri, dan berjalan bersama sebagai Gereja yang hidup.

Kontributor: Catharina Anggerdarla Damian – Paroki Bayat