PERTEMUAN KOLASI PERTAMA KEVIKEPAN YOGYAKARTA BARAT 2026: MENGAMBIL BAGIAN MEWUJUDKAN GEREJA YANG BAHAGIA, MENGINSPIRASI, DAN MENYEJAHTERAKAN
Kevikepan Yogyakarta Barat menyelenggarakan Pertemuan Kolasi Pertama Tahun 2026 pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, bertempat di Gereja Katolik Santa Maria Bunda Penasihat Baik, Wates. Kegiatan ini menjadi momentum awal koordinasi dan refleksi bersama seluruh elemen pelayanan di Kevikepan Yogyakarta Barat dalam menyongsong karya pastoral sepanjang tahun 2026.
Pertemuan dikemas dalam bentuk Ibadat Sore yang dipandu oleh Romo Antonius Hendri Atmoko, Pr, selaku Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Yogyakarta Barat. Sementara itu, Romo A.R. Yudono Suwondo, Pr, selaku Vikaris Episkopal (Vikep) Kevikepan Yogyakarta Barat, menyampaikan pemaparan sekaligus arahan pastoral utama.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 125 peserta yang terdiri dari:
• Para Pastor Paroki se-Kevikepan Yogyakarta Barat
• Bimas/Penyelenggara Katolik Provinsi DIY dan Kabupaten Kulon Progo
• Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Katolik: Pemuda Katolik, FMKI, WKRI, dan ISKA (Cabang Bantul, Sleman, dan Kulon Progo)
• Para Ketua dan Anggota Komisi serta Tim Kerja Kevikepan Yogyakarta Barat
Dalam pemaparannya, Romo A.R. Yudono Suwondo, Pr mengangkat tema “Ambil Bagian Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan di Kevikepan Yogyakarta Barat Tahun 2026: Sebuah Ikhtiar Bersama.” Tema ini menegaskan panggilan bersama seluruh pengurus dan pelayan umat untuk terlibat aktif dalam membangun Gereja yang hidup, relevan, dan berdampak nyata bagi umat serta masyarakat.
Berangkat dari nasihat Rasul Petrus dalam 1 Petrus 5:1–4, Paus Pertama, menyampaikan nasihat yang amat mendasar: “ Para ketua di antara kamu kunasihati sebagai teman sejawat dan saksi penderitaan Kristus, dan sebagai orang yang mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan. GEMBALAKANLAH kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan karena terpaksa, tetapi dengan sukarela seturut kehendak Allah. Jangan mencari keuntungan, tetapi relakanlah diri. Jangan main kuasa atas umat yang dipercayakan kepadamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawananmu. Dan apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang takkan binasa”
Romo Vikep menegaskan Nasihat ini jelas. Kepada kita semua, para pengurus umat Allah di Kevikepan Yogyakarta Barat, di pos tugas masing-masing dipanggil untuk : (1) menjadi saksi penderitaan Kristus; (2) menggembalakan dengan semangat GEMATI – OPEN – NGOPENI; (3) Seturut kehendak Allah (Sentire cum Ecclesia); (4) bersemangat melayani.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa semangat pelayanan tersebut perlu ditopang oleh beberapa sikap dan kompetensi penting, antara lain: integritas pribadi, profesionalitas pelayanan, relasi personal yang mendalam dengan Allah, relasi yang dewasa dan bertanggung jawab dengan sesama, pembinaan berkelanjutan (self on-going formation), komitmen terhadap keadilan, perawatan hidup sebagai anugerah Allah, serta penguatan jejaring kerja sama.
Sebagai penutup pemaparan, Romo Vikep mengusulkan agar setiap satuan kerja—baik Paroki, Komisi, Tim Kerja, maupun Kelompok Kategorial—memberi perhatian serius dan terukur pada pembinaan para fungsionaris masing-masing.
_Informasi tambahan: Romo Antonius Hendri Atmoko, Pr menyampaikan beberapa program Komisi/Tim Kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, mohon bantuan dari Paroki/Stasi untuk memasukkan beberapa kegiatan tersebut dalam Program Kerja di Tingkat Paroki_
Dengan demikian, pelayanan pastoral di Kevikepan Yogyakarta Barat diharapkan semakin efektif, berdaya guna, dan sungguh menghadirkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, serta menyejahterakan.
_Laporan disampaikan oleh Sekretariat Kevikepan Yogyakarta Barat_









