Hari Minggu Biasa XXX, 25 Oktober 2026
Bacaan: Kel. 22:21-27; 1Tes. 1:5c-10; dan Mat. 22:34-40
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Tuhan Yesus sering berhadapan dan berkonflik dengan tiga (3) kelompok orang Yahudi, yaitu: Orang Saduki, Orang Farisi, dan Ahli Kitab. Tiga kelompok itu menjebak Yesus dengan pertanyaan.
Orang Saduki bertanya tentang kebangkitan badan. Orang Farisi menjebak Yesus dengan pertanyaan tentang membayar pajak kepada kaisar. Dalam bacaan Injil hari ini Ahli Kitab bertanya kepada Yesus untuk mencobai Dia. Mereka bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Dalam tradisi Yahudi, Hukum Taurat ada 613 butir. Mereka membagi hukum Taurat itu menjadi 248 perintah dan 365 larangan. Yesus tahu arah pertanyaan mereka untuk menjebak-Nya. Maka Yesus dengan bijaksana menegaskan bahwa inti dari Hukum Taurat adalah mencintai Allah dan mencintai sesama manusia. Yang dikenal dengan Hukum Kasih. Dengan jawaban ini, Yesus telah merangkum semua Hukum Taurat, yang disebutkan dalam Kitab Ulangan (Ul 6:5) dan Kitab Imamat (Im 19:18).
Santo Thomas Aquinas dan Santo Yohanes Salib menguraikan ada tiga tingkatan untuk mengasihi Allah: Pertama, Tingkatan pemula (beginners): seseorang berusaha agar dia tidak jatuh ke dalam dosa berat dan menghindari berbuat dosa. Kedua, Tahap kedua (Illuminative Way): seseorang berfokus pada bagaimana bertumbuh dalam kebaikan dan berfikir apa yang dapat dilakukannya untuk semakin memuliakan Tuhan. Ketiga, Tahap sempurna (Heroic Love): seseorang secara sadar tidak mau melakukan dosa yang berat dan dosa yang kecil.
Tiga tingkat kesempurnaan kasih itu juga berhubungan dengan kasih kita terhadap sesama. Di tingkat awal, seseorang akan mengasihi orang-orang yang ia kenal tanpa mengabaikan orang lain. Di tingkat kedua, seseorang dapat mengasihi orang-orang asing yang tidak dikenalnya. Dan di tingkat kesempurnaan, ia dapat mengasihi musuh-musuhnya, orang yang membenci, maupun orang yang telah menyakiti hatinya. Dengan rahmat Allah dan karunia Roh Kudus, kita dapat mencapai kesempurnaan kasih.
Pertanyaan Refleksinya, Apakah kita pernah menjebak dan berusaha mencari kesalahan orang lain untuk menjatuhkannya? Sebagai Murid Kristus, apa niat kita untuk menghayati Hukum Kasih itu?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









