Penyampaian Hasil Survei Survita, Sosialisasi Fokus Pastoral 2027, dan Perumusan Sasaran Strategis Program ARDAS

Twitter
WhatsApp
Email
Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan: Formasio Iman yang Fundamental, Eklesial, Total, dan Integral.”

Sedayu, 19 September 2026 – Dewan Pastoral Harian (DPH) bersama Tim Programasi dan Litbang Kevikepan Yogyakarta Barat menyelenggarakan PRA TEPAS KAS Kevikepan Yogyakarta Barat untuk Paroki/Stasi pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 09.30–14.00 WIB, bertempat di Aula Paroki Santa Theresia Sedayu.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 85 peserta yang terdiri atas Pastor Paroki atau Vikaris Parokial, Wakil Ketua II, Kepala Bidang Litbang, dan Kepala Bidang Pewartaan dari seluruh paroki dan stasi di Kevikepan Yogyakarta Barat.

PRA TEPAS KAS ini merupakan tindak lanjut dari Edaran Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang Term of Reference (TOR) Temu Pastoral KAS Tahun 2026. Kegiatan bertujuan menyampaikan hasil survei survita yang dilaksanakan oleh Tim Litbang DPKAS dan Litbang Kevikepan, mensosialisasikan Fokus Pastoral 2027, serta mengajak paroki dan stasi merancang sasaran-sasaran strategis yang akan dirumuskan menjadi program ARDAS. Dalam kegiatan dipandu oleh Bapak Paulus Tofan Rapiyanta selaku moderator.

Materi pertama disampaikan oleh Rm. Agus Widodo, Pr., Koordinator Tim Litbang Keuskupan Agung Semarang. Dalam pemaparannya, Rm. Agus menjelaskan pentingnya pastoral berbasis data agar berbagai program pelayanan dapat dirancang secara tepat sasaran. Data pastoral diharapkan membantu Gereja memahami kebutuhan umat yang paling mendesak, menemukan potensi yang dimiliki umat, termasuk bakat dan sumber daya yang belum tergali, serta mengidentifikasi dan menangani akar persoalan yang dihadapi.

Rm. Agus juga mengingatkan kembali Fokus Pastoral 2027:

Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan: Formasio Iman yang Fundamental, Eklesial, Total, dan Integral.”

Selain menyampaikan fokus pastoral, Rm. Agus menjelaskan tugas koordinator, fokus Litbang dan data, serta tujuan penelitian pelaksanaan Formasio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB). Penelitian tersebut bertujuan memperoleh gambaran situasi nyata sekaligus data dasar (baseline) mengenai pelaksanaan FIBB di paroki. Data yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian, ketersediaan, dan efektivitas pelaksanaan FIBB pada tingkat paroki, lingkungan, serta kelompok kategorial.

Hasil penelitian ini selanjutnya diharapkan menjadi dasar dalam menetapkan target setiap indikator Fokus Pastoral ARDAS 2027 sekaligus merumuskan rekomendasi program pelayanan pastoral yang sesuai dengan kebutuhan nyata umat.

Penyampaian Hasil Survei Survita Kevikepan Yogyakarta Barat

Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Alexius Satyo W Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami hasil pengolahan data survei survita melalui beberapa pokok pembahasan, yaitu:

  1. Matriks profil responden dari empat survei kevikepan, meliputi Survei Umat, Survei Pelaku Pastoral, Survei Kelompok Kategorial, dan Survei Komsos Paroki.

  2. Data responden dan indikator utama survei.

  3. Tiga paradoks utama Kevikepan Yogyakarta Barat.

  4. Rekomendasi untuk diimplementasikan di paroki-paroki.

  5. Mindmap FIBB berdasarkan pelaku pastoral.

Penyampaian hasil survei ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat kondisi pastoral secara lebih menyeluruh serta menghubungkan temuan penelitian dengan kebutuhan pelayanan di lingkungan paroki dan stasi.

Diskusi Kelompok: Merancang Program Fokus Pastoral 2027

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok dengan tugas:

membuat 2 Rancangan Program Kegiatan Fokus Pastoral 2027.”

Masing-masing kelompok mendapatkan pembagian pelaku pastoral berdasarkan mindmap yang telah disampaikan. Peserta kemudian diarahkan untuk menyusun rancangan program dengan tahapan sebagai berikut:

  • Memilih salah satu fokus atau peran dari mindmap yang ditentukan bagi kelompok.

  • Memastikan satu rincian tugas dan rekomendasi yang akan direncanakan.

  • Mencari rekomendasi pastoral dari daftar Temuan Pokok Pikiran KAS yang relevan.

  • Mengisi tabel programasi yang mencakup sasaran strategis, indikator, target, nama kegiatan, waktu pelaksanaan, anggaran, dan penanggung jawab.

  • Mempresentasikan hasil rancangan program dalam sesi pleno.

Melalui diskusi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami hasil survei, tetapi juga mampu menerjemahkan temuan dan rekomendasi pastoral ke dalam rancangan kegiatan yang konkret, terukur, dan sesuai dengan arah ARDAS.

Peneguhan Rama Vikep: Menyikapi Konteks Pastoral ke Depan

Pada akhir kegiatan, Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr., selaku Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat, memberikan peneguhan kepada seluruh peserta.

Dalam arahannya, Rama Vikep menyampaikan beberapa konteks pastoral yang perlu menjadi perhatian bersama, baik secara internal maupun eksternal.

Konteks Internal

  • Tahun kedua pelaksanaan ARDAS IX.

  • Event Orang Muda.

  • Peringatan 98 tahun Pemberkatan Sendangsono.

  • Satu abad Candi Ganjuran.

  • HUT Kevikepan Yogyakarta Barat ke-7.

Konteks Eksternal

  • Keutuhan ciptaan: kerusakan lingkungan secara masif dan kondisi alam yang tidak stabil.

  • Kondisi ekonomi: Ketidakstabilan harga minyak, nilai rupiah, efisiensi tenaga kerja, sentralisasi perdagangan, serta persoalan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

  • Kondisi sosial, politik, dan keamanan (Sospolkam).

Berbagai konteks tersebut menjadi bahan refleksi bersama agar perencanaan pastoral Kevikepan Yogyakarta Barat mampu merespons tantangan kehidupan umat dan masyarakat secara relevan. Rama Vikep mengajak seluruh paroki dan stasi untuk segera merancang sasaran strategis yang akan dirumuskan menjadi Program ARDAS 2027, selaras dengan arah pastoral Keuskupan Agung Semarang.

Agenda Pastoral Kevikepan Yogyakarta Barat

Dalam kesempatan ini, Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr., juga menyampaikan beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang, antara lain:

  1. Sosialisasi Program PROMO (PROgramasi dan MOnev) Paroki/Stasi.

  2. Doa Novena Bunda Penasihat Baik, Pelindung Kevikepan Yogyakarta Barat, selama sembilan hari dalam rangka menyambut HUT ke-6 Kevikepan.

  3. PRA TEPAS KAS Kevikepan Yogyakarta Barat untuk Komisi dan Tim Kerja Kevikepan Yogyakarta Barat.

  4. Penyusunan teks Misa Perayaan Ekaristi HUT ke-6 Kevikepan Yogyakarta Barat, Rabu, 7 Oktober 2026.

  5. TEPAS KAS secara daring, Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 18.00–21.00 WIB.

  6. TEPAS Tatap Muka Kevikepan Yogyakarta Barat dan Timur, yang akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal: Selasa, 13 Oktober 2026 Pukul: 09.00 WIB sampai selesai Tempat: Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, Jl. Sanjaya 27, Muntilan.

Membangun Kesatuan Arah dalam Perencanaan Pastoral

Melalui kegiatan PRA TEPAS KAS ini, diharapkan seluruh paroki dan stasi di Kevikepan Yogyakarta Barat memiliki pemahaman yang sama mengenai Fokus Pastoral 2027. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi landasan untuk merancang sasaran-sasaran strategis yang selanjutnya dirumuskan menjadi program ARDAS sesuai dengan arah pastoral Keuskupan Agung Semarang.

Perencanaan berbasis data menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan pastoral yang semakin kontekstual, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan umat.

Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih

Pada akhir kegiatan, Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rm. Antonius Hadi Cahyono, Pr, Rm. A. Invarien Alpha Andriyanto, Pr, serta DPH Paroki Sedayu yang telah berkenan menyediakan aula beserta sarana dan prasarana sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rm. Agus Widodo, Pr., serta Tim Programasi dan Litbang Kevikepan Yogyakarta Barat yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Apresiasi diberikan pula kepada seluruh peserta dari paroki dan stasi yang telah hadir serta berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pelayanan, PRA TEPAS KAS Kevikepan Yogyakarta Barat diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antar paroki dan stasi dalam mewujudkan program pastoral yang sejalan dengan ARDAS IX serta menjawab kebutuhan nyata umat.