Pemda DIY Siapkan Dukungan Kontingen Pesparani ke Manado pada 2027

Twitter
WhatsApp
Email

KOTA YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan dukungan bagi kontingen Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) DIY yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional di Manado, Sulawesi Utara, pada Oktober 2027.

Dukungan tersebut mencakup persiapan dan pelatihan peserta, seragam kontingen, honorarium pelatih, transportasi peserta, serta sewa kendaraan. Rencana itu disampaikan Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Tri Sumardiyati, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LP3K DIY di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Kamis, 15 Oktober 2026.

Tri mengatakan, Pemda DIY telah mengusulkan dukungan untuk persiapan kontingen melalui perencanaan anggaran tahun 2027. Pemerintah daerah juga telah menyetujui penyediaan biaya sewa kendaraan untuk kegiatan festival keagamaan tingkat nasional.

Menurut Tri, fasilitas tersebut melengkapi dukungan yang sebelumnya diberikan kepada peserta, antara lain uang harian dan bantuan transportasi. Dengan adanya fasilitas sewa kendaraan, kebutuhan mobilitas kontingen diharapkan dapat tertangani tanpa membebani komponen bantuan lainnya.

Meski demikian, usulan dukungan untuk kegiatan Pesparani Nasional 2027 masih mengikuti proses perencanaan anggaran pemerintah daerah.

Ketua Umum LP3K DIY, Drs. YB. Jarot Budi Harjo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 13 jenis mata lomba untuk kontingen DIY. Peserta yang akan dikirim ke Manado berasal dari hasil seleksi tingkat DIY yang telah dilaksanakan pada 2025.

Namun, keterbatasan dukungan membuat pengurus harus menentukan prioritas pemberangkatan. Dari enam kategori lomba paduan suara yang telah disiapkan, hanya tiga kategori yang direncanakan dapat diberangkatkan. Sementara itu, peserta lomba perorangan direncanakan tetap dikirim.

Jarot menyebut penentuan kontingen perlu dibahas bersama pengurus LP3KD kabupaten dan kota. Penyesuaian peserta juga diperlukan apabila pemenang seleksi sebelumnya tidak lagi memenuhi persyaratan usia atau berhalangan mengikuti kompetisi.

Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Marcellinus Tanto, Pr, meminta LP3K DIY memanfaatkan pergantian kepengurusan untuk memperkuat kaderisasi dan melibatkan lebih banyak orang muda. Menurut dia, Pesparani tidak cukup dipahami sebagai ajang perlombaan, tetapi perlu menjadi bagian dari pembinaan iman yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara pengurus LP3K, kevikepan, dan paroki agar persiapan lomba tidak menambah beban umat. Koordinasi sejak awal diperlukan untuk menyelaraskan jadwal kegiatan, kebutuhan peserta, serta pembagian peran antardaerah.

Sementara itu, Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Yohanes Sunaryadi, Pr, mengingatkan agar hasil pembinaan Pesparani dapat dimanfaatkan dalam pelayanan di paroki masing-masing. Ia juga mendorong pengurus mendatang memperkuat kerja sama dengan gereja dan pemerintah serta memperhatikan kebutuhan anak-anak, remaja, dan orang muda.

Rakorda tersebut menjadi forum koordinasi LP3K DIY bersama pengurus kabupaten dan kota, perwakilan Kementerian Agama, serta Pemerintah DIY untuk membahas persiapan kontingen Pesparani Nasional 2027 dan arah pembinaan pada periode kepengurusan berikutnya.