SLEMAN, 19 September 2026— Tim Pelayanan Pengembangan Sosial Ekonomi Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut, Sleman, Yogyakarta, kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan kali ini pembuatan abon lele; pelatihan ini diselenggarakan setelah beberapa waktu sebelumnya diselenggarakan bimtek budi daya lele dalam gallon. Sebagai upaya memberikan nilai tambah juga mengembangkan keterampilan pengolahan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi umat .
Kegiatan dilaksanakan diikuti oleh empat puluh peserta utusan perwakilan wilayah atau lingkungan di Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut. Pelatihan menghadirkan nara sumber yang sudah berpengalaman mulai tahun 2007 pemilik brand Khansa Food Ibu Nurul Indah Khasanah dari Sleman sebagai pendamping dalam proses pengolahan ikan lele menjadi produk abon.

Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan abon lele, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan ikan, pemberian bumbu, proses memasak, hingga pengemasan produk. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kualitas bahan, dan ketepatan proses pengolahan agar menghasilkan produk pangan yang layak dikonsumsi.
Pemilihan ikan lele sebagai bahan utama membuka kesempatan peserta untuk mengenal alternatif pengolahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Ikan lele merupakan bahan pangan mudah didapat dan tersedia di lingkungan masyarakat berpotensi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antar peserta dalam mengembangkan usaha untuk mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga, menjadi salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan keterampilan praktis membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri maupun melalui kerja sama kelompok.

Membersamai kegiatan ini Wahyudi Kurniawan, S.IP. anggota DPRD Kabupaten Sleman lebih lanjut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini, bahwasanya dana stimulan pemerintah dapat digunakan dalam kegiatan produktif bagi kelompok umat terutama ibu-ibu di Paroki Brayut. Melalui kegiatan semacam ini, gereja dapat menjadi ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama, sekaligus mendorong umat untuk mengembangkan potensi diri serta berkontribusi bagi pengembangan kegiatan produktif di lingkungan paroki dan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pelatihan pembuatan abon lele di Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mengembangkan keterampilan pengolahan pangan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan menumbuhkan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.









