Menjelang Pekan Doa Sedunia 2027, BKSADK DIY dan Kevikepan Yogyakarta Timur Gelar Seminar “Sayangi Diri Sebelum Berbagi”

Twitter
WhatsApp
Email

YOGYAKARTA — Dalam tradisi Gereja, iman Kristiani diwujudkan secara utuh melalui lima pilar tugas panggilan, yaitu Liturgia sebagai peribadatan dan pengudusan, Kerygma sebagai pewartaan dan pengajaran, Koinonia sebagai persekutuan dan persaudaraan, Martyria sebagai kesaksian hidup, serta Diakonia sebagai pelayanan cinta kasih. Kata Diakonia yang berakar dari bahasa Yunani diakoneo bermakna “melayani”, yang menuntut gereja hadir mewujudkan solidaritas dan kasih nyata bagi sesama, khususnya mereka yang miskin, menderita, lemah, dan tersingkir. Seminar ini mempertegas peran sosial Gereja yang didasari oleh semangat berbagi seperti Yesus, sebuah panggilan hidup yang dihidupi oleh berbagai gereja lintas denominasi. Pelayanan sosial dan kepedulian tersebut tidak lahir begitu saja, melainkan berawal dari perjumpaan pribadi yang mendalam dengan Yesus sang Guru yang senantiasa mengajarkan kebaikan bagi semua orang. Namun, dalam menjalankan panggilan luhur tersebut, para pelayan dan warga gereja acapkali terlarut dalam kesibukan serta tuntutan pelayanan hingga mengabaikan kondisi kesehatan dirinya sendiri, yang pada akhirnya memicu kelelahan fisik, emosional, hingga kemerosotan spiritual.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Kerjasama Antar Gereja-Gereja DIY (BKSADK DIY) bekerja sama dengan Kevikepan Yogyakarta Timur menggelar Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi: Harmonisasi Kesehatan Tubuh, Jiwa, dan Roh dalam Pelayanan Diakonia”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 18.00 hingga 20.30 WIB di Gedung GKJ Gondokusuman Yogyakarta ini dirancang sebagai ruang jeda dan pembekalan holistik bagi sekitar 500 peserta yang terdiri dari pendeta, pastor, majelis gereja, pengurus komisi, hingga relawan diakonia se-DIY. Acara ini terasa kian istimewa karena persoalan nyata dalam hidup berpastoral dipelajari dan direfleksikan bersama secara ekumenis lintas denominasi, melibatkan aktivis dari Gereja Katolik serta berbagai denominasi Gereja Protestan di Yogyakarta.

Seminar yang dipandu oleh Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr. selaku moderator ini menghadirkan tiga narasumber ahli untuk membedah harmonisasi kesehatan dari perspektif tubuh, jiwa, dan roh. Sesi pertama dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S., M.Kes. (Guru Besar Bagian Neurologi) yang membawakan materi “Tubuhku, Rumah Kehidupanku” tentang pengelolaan energi dan pengenalan sinyal kelelahan fisik. Sesi kedua dilanjutkan oleh Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabatti, M.A. (Dosen & Peneliti Psikologi) dengan topik “Aku Berharga, Aku Perlu Dirawat” mengenai pengelolaan stres dan pembentukan batas pelayanan yang sehat (healthy boundaries). Sesi terakhir diampu oleh Pdt. Dr. Seno Adhi Noegroho, M.Si.Teol. melalui topik “Berbagi dari Kelimpahan Kasih Allah” yang menekankan pentingnya perjumpaan pribadi dengan Yesus serta spiritualitas dan doa sebagai sumber utama pelayanan.

Melalui pendekatan yang informatif, praktis, dan spiritual ini, seminar tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, melainkan mendorong komitmen pribadi dan aksi nyata. Dipayungi oleh Pdt. Em. Agus Haryanto, S.Th., M.Min. selaku Ketua BKSADK DIY dan Rm. Marcellinus Tanto, Pr. selaku Vikep Yogyakarta Timur, kegiatan ekumenis ini menjadi pijakan penting untuk menyongsong Pekan Doa Sedunia 2027 dengan semangat berbagi yang lahir dari pribadi yang sehat, utuh, dan penuh sukacita.

Pekan Doa Sedunia 2027 Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan gerakan kebersamaan ekumenis di bawah naungan BKSADK DIY dan Kevikepan Yogyakarta Timur yang bersekretariat di GKJ Gondokusuman, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 40, Yogyakarta, dengan fokus pada penguatan gerakan doa, persaudaraan, dan kepedulian sosial secara berkesinambungan. Untuk informasi media dan pertanyaan lebih lanjut, Sekretariat Panitia PDS 2027 DIY dapat dihubungi melalui WhatsApp di 0811-2641-240 atau email gkjgondokusuman2@gmail.com.