Kegiatan Supervisi Dan Kunjungan Persaudaraan Paroki Santo Petrus Warak , Sleman 9 Februari 2026

Twitter
WhatsApp
Email
Gereja dipahami sebagai komunitas umat beriman yang didirikan oleh Kristus di atas Petrus sebagai “Batu Karang” (Mat. 16:18)

Paroki Santo Petrus Warak, Sleman, menerima kunjungan supervisi dan persaudaraan dari Kevikepan Yogyakarta Barat pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) guna memastikan arah penggembalaan paroki berjalan sejalan dengan visi dan kebijakan Keuskupan.

Dalam pengantarnya, Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku penanggung jawab sekaligus wakil dari Kuria KAS menyampaikan maksud dan tujuan supervisi. Supervisi ini dilaksanakan untuk mewakili Bapak Uskup dalam menyapa umat dan pengurus paroki, sekaligus “ngaruhke” atau memberi daya dorong pastoral. Selain itu, supervisi bertujuan memastikan bahwa penggembalaan paroki sungguh berhasil menggerakkan umat pada cara hidup Katolik yang relevan dan signifikan, berlandaskan cinta Allah yang sungguh “kroso” atau dirasakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pastoral paroki juga diharapkan berjalan dalam satu arah dengan arah keuskupan sesuai RIKAS dan ARDAS, dengan kevikepan sebagai pusat layanan dan penggerak pastoral.

Dalam narasinya, Rm. Yohanes Yunuar Ismadi, Pr menyampaikan refleksi Dewan Pastoral Paroki Santo Petrus Warak Sleman atas hasil supervisi sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa dalam perjalanan tiga tahun setelah supervisi terakhir, Dewan Pastoral Paroki telah membaca dan mencermati berbagai catatan yang diberikan, meskipun diakui masih belum terlaksana secara sempurna. Melalui supervisi tahun 2026 ini, Dewan Pastoral Paroki berharap mendapat bantuan untuk membaharui tata kelola penggembalaan, administrasi, serta pengelolaan harta benda, agar pelaksanaan reksa pastoral Paroki Santo Petrus Warak semakin memenuhi harapan Kevikepan Yogyakarta Barat dan Keuskupan Agung Semarang.

Dalam sesi evaluasi dan pendampingan, tim supervisi memberikan beberapa catatan penting. Pada bidang tata kelola harta benda, disampaikan apresiasi atas kerja keras paroki, khususnya karyawan keuangan yang telah bekerja dengan tertib. Program dana sosial paroki dinilai dapat dimanfaatkan untuk bantuan biaya hidup, serta dana KAS Dewan sebesar satu miliar rupiah dapat mendukung perawatan sarana prasarana. Meski demikian, beberapa rekomendasi kecil tetap perlu ditindaklanjuti, termasuk penertiban dan penyelesaian uang muka yang masih perlu dirunut.

Pada tata kelola administrasi, tim supervisi mengapresiasi adanya lompatan dan geliat kehidupan berparoki yang semakin nyata. Namun demikian, terdapat catatan teknis agar penyegaran Tim Administrasi Lingkungan kembali disemarakkan, mengingat terakhir kali dibuka pada Mei 2025. Selain itu, hasil input data diharapkan terus diperbarui dan dibagikan ke lingkungan untuk ditindaklanjuti, disertai penumbuhan sense of urgency dalam pelayanan administrasi.

Sementara itu, pada bidang tata penggembalaan, ditekankan pentingnya terus menghayati semangat Santo Petrus sebagai pelindung paroki. Kaderisasi umat dan pelayan pastoral juga menjadi perhatian agar kesinambungan pelayanan paroki tetap terjaga.

Dalam peneguhannya, Rm. A. R. Yudono Suwondo, Pr selaku Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat menyampaikan refleksi eklesiologis tentang Gereja sebagai persatuan paguyuban murid-murid Yesus Kristus. Gereja dipahami sebagai komunitas umat beriman yang didirikan oleh Kristus di atas Petrus sebagai “Batu Karang” (Mat. 16:18), satu tubuh yang bersatu secara rohani, rumah rohani tempat persembahan yang berkenan kepada Allah, serta penjaga ajaran yang benar berdasarkan Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium. Oleh karena itu, tata penggembalaan paroki diharapkan menghidupi gaya penggembalaan Santo Petrus.

Lebih lanjut, Rm. Vikep menegaskan bahwa kunci dalam pelayanan terletak pada ruang rapat dan ruang komunikasi yang hangat serta terarah. Setiap pertemuan hendaknya diawali dengan doa, disertai pengantar atau arah rapat, inspirasi sabda, notulen, laporan, pembahasan, kesimpulan, dan penutup, sebagaimana ditegaskan dalam Narasi Supervisi Paroki Warak 2026. Gereja Warak pun diharapkan terus hadir sebagai teman seperjalanan umat, baik dalam suka maupun duka.

Kegiatan supervisi dan kunjungan persaudaraan ini ditutup dengan ungkapan terima kasih atas dinamika dan sambutan yang hangat dari Rm. Yohanes Yunuar Ismadi, Pr, Diakon Fransiskus Xaverius Merry Christian Putra, Pr, serta seluruh pengurus Dewan Pastoral Paroki dan sekretariat Paroki Santo Petrus Warak Sleman.