Ambarawa – Ajang Nature Family Walk & Trail Run 2026 Series 1 sukses menghadirkan ribuan peserta di kawasan Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) bersama Soegijapranata Catholic University (SCU) dan pengelola GMKA ini berhasil mengumpulkan sekitar 1.400-an peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Suasana masih gelap ketika para peserta mulai berdatangan menuju area Patung Maria Asumpta di kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa yang menjadi titik start perlombaan. Peserta datang dari Semarang, Ambarawa, berbagai kota di Jawa Tengah, hingga DI Yogyakarta. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti umat Katolik, tetapi juga masyarakat lintas agama yang turut meramaikan suasana kebersamaan.
Panitia membagi peserta ke dalam tiga kategori, yakni 10K yang diikuti 182 pelari, kategori 7K sebanyak 341 pelari, dan kategori 3,5K Family Walk yang diikuti 808 peserta.

Di tengah antusiasme peserta, tampak hadir sejumlah imam dan biarawati, di antaranya dan Provinsial SJ Indonesia Romo Benedictus Hari Juliawan, SJ serta Penasehat Panitia NTR Romo Joannes Moerti Yoedho Koesoemo, SJ.

Turut hadir dalam pembukaan acara, Vikaris Jenderal KAS Romo FX Sugiyana, Pr., Vikaris Episkopal Semarang Romo JB Rudy Hardono, Pr., Vikep Kategorial Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr., Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho, Ketua Pengelola GMKA Alamsyah Djaynurdin, serta Ketua Panitia Chris John.
Dalam sambutannya, Romo Sugiyana menegaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan lebih luas daripada sekadar olahraga.
“Melalui kegiatan ini kita ingin membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan cinta terhadap alam dan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki misi sosial karena hasil penyelenggaraan akan digunakan untuk mendukung karya sosial dan kegiatan rohani. Panti yang memperoleh donasi dari kegiatan ini antara lain: Panti Wredha Maria Sudarsih di kompleks GMKA dan Panti Asuhan Santo Thomas Ungaran.

Nuansa toleransi tampak kuat sejak awal acara. Pembukaan kegiatan diawali doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat, Haji Gugus Suyono, yang berdoa secara agama Islam. Momen tersebut menjadi simbol bahwa olahraga mampu menjadi ruang perjumpaan lintas iman dalam suasana yang hangat dan penuh persaudaraan.
Pelepasan peserta dimulai pukul 05.30 WIB untuk kategori 10K, disusul kategori 7K tiga puluh menit kemudian. Sementara peserta Family Walk mulai berjalan bersama pada pukul 06.30 WIB menyusuri jalur alam yang dipenuhi panorama hijau khas Ambarawa.

Garis finis berada di kawasan Joglo Kopi yang berjarak sekitar 100 meter dari kompleks GMKA. Para peserta yang berhasil menyelesaikan rute langsung disambut dengan pengalungan medali finisher.

Ketua panitia Chris John mengaku bersyukur kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai ajang olahraga sekaligus promosi wisata alam di Jawa Tengah. (BD Elwin J)