PAROKI MACANAN – Suasana hangat dan penuh syukur menyelimuti Misa Lingkungan Santo Mikhael Srimartani, salah satu lingkungan di Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, yang digelar pada Rabu (14/10/2026) pukul 19.00 WIB. Dengan mengusung tema “Dalam Kebersamaan Membangun Iman dan Menyejahterakan”, umat diajak untuk kembali menemukan makna kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana.
Misa dipimpin langsung oleh Romo Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, Romo Agustinus Tejo Kusumantono, Pr. Dalam homilinya, Romo Tejo mengingatkan umat agar tidak terjebak pada anggapan bahwa kebahagiaan harus selalu datang dari sesuatu yang megah dan wah.
“Ada sesuatu yang sederhana tetapi membawa kebahagiaan, membawa kegembiraan. Kadang kita memikirkan sesuatu yang menggembirakan itu selalu serba wah,” ujar Romo Tejo.
Ia melanjutkan, kebahagiaan sejati justru bisa hadir ketika manusia mau membuka diri dan tidak mencelakai diri sendiri dengan keinginan yang berlebihan. Ia mengutip pesan Rasul Paulus dalam bacaan pertama.
“Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan batin dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh,” katanya.
Menurutnya, tantangan umat saat ini adalah berani menanggalkan hal-hal yang berlebihan untuk mengalami kesederhanaan dalam hidup. Di dalam kesederhanaan itulah rahmat Tuhan yang luar biasa justru dapat dirasakan.
“Hal-hal yang sederhana, tidak memikirkan yang ‘ndakik-ndakik’ untuk mengatakan sesuatu itu rahmat Tuhan. Kalau kita mau membuka diri dan dipimpin Roh, maka kita akan menemukan kebahagiaan,” tuturnya. “Semoga dari situ kita menemukan pribadi yang penuh syukur dan bersukacita.”
Sementara itu, Ketua Lingkungan Santo Mikhael Srimartani, Antonius Rahmad Bintoro, menegaskan bahwa iman dan kesejahteraan tidak dapat dibangun sendirian.
“Kita membangun iman dan kesejahteraan bersama dalam lingkungan kita. Untuk itu, banyak sekali kegiatan di lingkungan kita yang menuju ke arah situ, seperti pertemuan koor, sembahyangan, dan juga misa seperti sekarang ini,” ujar Antonius.
Ia pun mengajak seluruh umat untuk saling merangkul dan mengajak tetangga di sekitar yang seiman.
“Diharapkan nanti bapak dan ibu bisa ‘nggandheng’ teman-temannya di sekitarnya, supaya kita bisa membangun bersama, tidak bisa membangun ‘sak karepe dewe’. Tanpa kita semua, semuanya tidak akan terwujud, ” katanya menutup sambutan, sembari menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh umat.
Clementine Roesiani








