Percik Firman: Hati yang Berbelaskasih

Bacaan Injil hari ini mengisahkan aneka pelayanan Tuhan Yesus yang dilandasi semangat belaskasih kepada banyak orang. Dia menyembuhkan orang bisu yang kerasukan setan, mengajar dalam rumah-rumah ibadah, mewartakan Injil Kerajaan Allah ke semua kota dan desa, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Percik Firman : Jangan Takut Ditertawakan!

Apa yang dikatakan dan dilakukan itu bisa menggambarkan bagaimana sikap seseorang terhadap orang lain. Demikian juga gerak tubuh atau tingkah laku kita bisa mengungkapkan apa yang menjadi reaksi kita terhadap sesuatu atau seseorang.

Percik Firman: Hidup Ditenun di Sekeliling Ekaristi

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke-14 ini mengundang kita untuk datang dan berserah diri pada Tuhan Yesus. Dia telah membuka hati-Nya untuk memberi jaminan kelegaan kepada kita. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”, ajakNya.

Percik Firman: Olah Kasalehan dengan Sukacita

Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun, yakni: berdoa, berderma dan berpuasa. Berdoa adalah salah satu keutamaan dan olah kesalehan dalam hidup beriman sampai sekarang.

Percik Firman: Hati-hati dengan Roh Jahat Masa Kini

Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bagaimana kehadiran Tuhan Yesus memberikan daya kekuatan (aura) yang luar biasa. Saat tiba di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, ada dua orang yang kerasukan setan. Mereka datang dari pekuburan dan mendatangi Yesus.

Percik Firman: Benarkah Tuhan Cuek dan Tak Peduli?

Situasi pandemi Covid-19 waktu itu memunculkan rasa protes dan marah dalam diri kita kepada Tuhan. Banyak orang yang meninggal dunia, baik imam atau awam, orang muda atau orang tua, orang kita kenal secara dekat maupun yang tidak kita kenal.

Percik Firman: Setiap Pribadi Istimewa di Mata Tuhan

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru Gereja. Keduanya meninggal dunia sebagai martir di Roma. Petrus meninggal dengan disalib kepala di bawah. Sedangkan Paulus meninggal dengan dipenggal kepala.