Rabu, 7 Oktober 2026
PW Santa Perawan Maria Ratu Rosario
Bacaan Injil : Lukas 11:1-4
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario hari ini mengisahkan Tuhan Yesus yang berdoa kepada Allah Bapa. Saat Dia berhenti berdoa, para murid meminta untuk diajari berdoa. Lalu Yesus mengajari doa Bapa Kami.
Karena Yesuslah, kita boleh mengenal dan menyapa Allah sebagai Bapa. Kita adalah anak-anak Allah. Yesus mengajak kita untuk memuji Allah, bersyukur, dan baru kemudian memohon kepadaNya.
Doa adalah komunikasi dengan Allah. Kita berbicara kepada Allah dan mendengarkan Allah yang bersabda pada kita. Diharapkan, hubungan kita dengan Allah makin mesra, sehingga menjadi sesuatu yang hidup.
Doa menjadi kekuatan kita karena di dalam doa, kita yang adalah pengemis, dapat meminta segala sesuatu kepada Allah. Kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan apabila kita memintanya dengan iman yang hidup dan hati yang suci. Santo Yohanes Maria Vianney mengungkapkan, “Segala masalah kita akan mencair di hadapan doa yang tekun, laksana salju di hadapan matahari.”
Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberinya sekuntum mawar yang indah. Mawar adalah ratu semua bunga. Doa Rosario adalah ratu dari semua devosi.
Peringatan ini terkait dengan kemenangan pasukan Katolik yang dipimpin Don Yuan dari Austria. Waktu itu mereka berperang melawan pasukan Turki pada tanggal 7 Oktober 1571. Pertempuran yang dahsyat terjadi di Laut Tengah, dekat pantai Yunani, Lepanto.
Paus Pius V menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa berdoa rosario. Sri Paus menunjuk Don Yuan yang berdevosi kuat pada Bunda Maria untuk memimpin pasukan.
Tentara Katolik diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri memegang senjata. Paus meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Mukjizat terjadi di sana. Mereka menang. Lalu Sri Paus menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai perayaan Maria Ratu Rosario. Dalam perjalanannya, Bulan Oktober dikenal sebagai bulan Rosario.
Pertanyaan refleksinya, Bagaimana kehidupan doa kita akhir-akhir ini? Bagaimana penghayatan kita dalam berdoa Rosario selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









