Percik Firman: Mengikuti Kristus secara Total

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santo Hieronimus hari ini mengingatkan kita bagaimana totalitas dalam menjadi pengikut Yesus. Kita harus total, tidak setengah-setengah.

Rabu, 30 September 2026
PW St. Hieronimus (imam dan pujangga Gereja)
Bacaan Injil: Luk 9:57-62

Saudara-saudariku yang terkasih,
Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santo Hieronimus hari ini mengingatkan kita bagaimana totalitas dalam menjadi pengikut Yesus. Kita harus total, tidak setengah-setengah. Yesus menghendaki agar kita sungguh-sungguh mengikutiNya dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Kita juga harus siap menghadapi aneka risikonya. Bahkan harus siap terluka dan menderita. Maka dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Totalitas dan kesungguhan dalam mengikuti Kristus ini pula yang diteladankan Santo Hieronimus (342-420). Hieronimus dikenal sebagai imam dan pujangga Gereja. Dia berjasa dalam menerjemahkan Kitab Suci yang kita punya sekarang. Ia menerjemahkan teks Kitab Suci dari bahasa asli (Ibrani) ke dalam bahasa Latin. Terjemahannya dalam bahasa Latin ini disebut Vulgata.

Hasil karya Santo Hieronimus ini telah dinyatakan oleh Konsili Trente sebagai sumber dan acuan resmi Kitab Suci berbahasa Latin dalam Gereja Katolik. Juga menjadi sumber dan acuan dari versi-versi kitab suci yang diterjemahkan dengan bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Italy, bahasa Inggris, Jerman, Indonesia, Jawa, dsb.

Santo Hieronimus menegaskan, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus” (Ignoratio Scripturarum, Ignoratio Christi Est). Paus Clemen VIII menyebut St. Hieronimus sebagai manusia yang dibimbing secara ilahi dalam menerjemahkan Kitab Suci itu. Ia dipersiapkan dengan begitu luar biasa oleh Tuhan. Dia juga seorang insan Allah. Dia senantiasa berusaha mencari Allah dalam kesunyian dan keheningan untuk dapat bersatu dengan-Nya.

Santo Hieronimus meninggal dunia dengan damai pada tanggal 30 september 420. Ia dimakamkan di bawah Gereja Nativity di Betlehem. Lama sesudah itu jenasahnya dipindahkan ke Roma. Hieronimus digambarkan bersama dengan seekor singa, yang melambangkan ketidakgentaran dan keberaniannya dalam membela kebenaran iman yang sejati.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana totalitas kita dalam mengikuti Kristus, baik dalam sehat maupun sakit? Bagaimana komitmen kita dalam membaca Kitab Suci selama ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr