MERTOYUDAN, KEDU- Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti GOR Laudato Si, kompleks Seminari Menengah Mertoyudan. Iring-iringan petugas liturgi yang melangkah anggun menuju altar menjadi pembuka Perayaan Ekaristi Penutupan Temu Raya Misdinar Kevikepan Kedu. Perayaan ini dipimpin langsung oleh Vikaris Episkopalis Kedu, Rm. Antonius Dodit Haryono, Pr., sebagai selebran utama, berkonselebrasi dengan para romo paroki se-Kevikepan Kedu.
Dalam homilinya, Romo Dodit menekankan pentingnya melayani dengan sukacita demi menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia. Beliau mengingatkan para misdinar untuk selalu siap sedia setiap saat—tidak hanya bersemangat ketika bertugas pada misa hari besar, tetapi juga tekun dan setia dalam perayaan Ekaristi harian.
“Memimpin dengan cinta bukan semata-mata tentang memimpin orang lain, melainkan keberanian memimpin diri sendiri melalui tindakan disiplin,” tegas Romo Dodit.
Suasana semakin hangat dan renyah ketika Romo Vikep mengajak para romo konselebran untuk membagikan sharing singkat serta peneguhan khusus bagi para putra-putri altar dari paroki mereka masing-masing.
Sebagai penutup, Romo Dodit berpesan agar para misdinar kembali ke paroki dengan kesadaran baru: melayani bukan karena dorongan kewajiban, melainkan sebagai ungkapan syukur untuk memuliakan nama Tuhan. Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komisi Liturgi Kevikepan Kedu yang sukses menggelar kembali perhelatan besar ini setelah berjarak 12 tahun sejak perjumpaan terakhir pada 2014.
Misa penutupan ini menjadi titik awal baru. Para peserta melangkah pulang membawa dorongan semangat segar, siap menabur sukacita dan komitmen pelayanan yang makin berakar di paroki mereka masing-masing.
Penulis: Herning Palmono