Percik Firman: Menjadi Pelaksana Firman Tuhan

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam bacaan Injil hari ini, ada kesan Yesus tidak mengakui Maria sebagai ibu-Nya. Ketika diberitahu bahwa ibu dan saudara-saudaranya ada di luar

Selasa, 22 September 2026
Bacaan Injil: Luk 8:19-21

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Dalam bacaan Injil hari ini, ada kesan Yesus tidak mengakui Maria sebagai ibu-Nya. Ketika diberitahu bahwa ibu dan saudara-saudaranya ada di luar dan mau menemuiNya, Yesus tidak langsung menyambut mereka. Tetapi Yesus memberikan jawaban yang di luar dugaan. Ada kesan Yesus tidak mengakui mereka. “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”, jawab Yesus.

Apakah memang demikian kenyataannya? Yesus memberikan cara pandang baru tentang makna relasi persaudaraan dan keluarga. Bagi Yesus ikatan keluarga tidak sekedar didasarkan pada hubungan darah. Tetapi didasarkan pada ketaatan untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Kita tidak cukup hanya menjadi pembaca sabda Tuhan (lektor), tetapi kita juga diajak dan ditantang untuk menjadi pendengar yang baik dan pelaksana sabda Tuhan.

Di sini Yesus tidak bermaksud menghina ataupun menyangkal ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya. Sebaliknya Yesus mengajarkan bahwa barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa-Nya adalah anggota keluarga-Nya dalam kerajaan Allah. Maka yang Yesus ajarkan adalah keutamaan agar seseorang melakukan kehendak Allah.

Ungkapan ini juga menyatakan pujian kepada Bunda Maria, sebab Yesus mengakui bahwa Bunda Maria pertama-tama adalah seseorang yang melakukan kehendak Allah Bapa. Bunda Maria menjadi Ibu Yesus pertama-tama karena ia mendengarkan firman Allah dan taat melaksanakannya (bdk. Luk 1: 38).

Ketaatan Maria kepada kehendak Bapa inilah yang menyatukannya dengan Kristus melebihi dari hubungan darah. Maka ayat di atas tidak untuk diartikan bahwa Yesus menyangkal ibu-Nya, melainkan untuk mengatakan bahwa Bunda Maria layak untuk dihormati bukan saja karena ia telah melahirkan Yesus tetapi karena ia pertama-tama menaati kehendak Allah.

Pertanyaan refleksinya, Sabda Tuhan (perikop Kitab Suci) mana yang menjadi inspirasi dan penyemangat dalam hidup kita sehari-hari? Sejauhmana kita menjadi pelaksana sabda Tuhan selama ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang)

Y. Gunawan, Pr