Kamis, 30 Juli 2026
HR Pemberkatan Katedral Semarang
Bacaan Injil: Mat 13:47-53
Saudari-saudara yang terkasih,
Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan terakhir (ke-7) tentang Kerajaan Surga. Perumpamaan terakhir ini menyuarakan tema penghakiman terakhir kepada semua orang. Kerajaan Surga seperti pukat yang dilabuhkan ke laut. Pukat itu mengumpulkan semua jenis ikan, yang baik maupun yang tidak baik.
Pukat adalah jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan. Pukat yang dipakai adalah jaring panjang sekitar 400 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Pukat ini biasanya ditarik oleh dua perahu, dengan masing-masing perahu memegang kedua ujung pukat.
Denga adanya pemberat, pukat ini dapat tenggelam mencapai dasar. Karena ditarik oleh perahu yang berbeda, maka pukat ini dapat mengambil semuanya dalam jangkauannya dan kemudian para nelayan menarik kedua ujung pukat ke daratan. Setelah itu, kaum nelayan di daratan, menarik pukat itu bersama-sama. Pukat akan dipenuhi dengan berbagai macam jenis ikan, yang baik dan yang tidak baik.
Dalam perumpamaan tentang pukat ini, lautan adalah dunia dan pukat adalah Gereja. Sama seperti pukat harus ditebarkan ke tempat yang dalam, maka Gereja harus juga mewartakan Kristus ke tempat yang dalam atau Duc in Altum. Dan setelah penuh, maka pukat tersebut ditarik ke pantai dan orang-orang kemudian memilih ikan yang baik dan membuang ikan yang tidak baik.
Hal ini menggambarkan tentang akhir zaman, di mana para malaikat akan memisahkan manusia yang baik dari manusia yang tidak baik (jahat). Dan orang yang jahat akan mendapatkan ganjarannya di dalam neraka. Orang baik masuk surga.
Pertanyaan refleksinya, apa saja yang kita usahakan agar menjadi orang baik? Apa tantangan yang dihadapi sebagai murid Kristus zaman sekarang ini?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









