Percik Firman : Totalitas Mengikuti Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Yakobus Rasul. Yakobus adalah anak nelayan dari pasutri Zebedeus-Salome. Dia kakak dari Yohanes Rasul. Kedua kakak beradik itu dijuluki “anak-anak guntur atau halilintar”.

Sabtu, 25 Juli 2026
Pesta Santo Yakobus, Rasul
Bacaan Injil: Mat 20:20-28

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Yakobus Rasul. Yakobus adalah anak nelayan dari pasutri Zebedeus-Salome. Dia kakak dari Yohanes Rasul. Kedua kakak beradik itu dijuluki “anak-anak guntur atau halilintar”.

Ia disebut Yakobus Tua karena kondisi tubuhnya yang tinggi dan besar, serta umurnya yang lebih tua daripada Yakobus Alfeus. Tuhan Yesus memanggil dia bersama adiknya Yohanes sebagai rasul-Nya ketika mereka sedang memperbaiki jalanya di tepi Danau Galilea bersama ayahnya.

Yakobus mempunyai orangtua yang sangat menyayanginya, terlebih ibunya. Dalam Injil hari ini dikisahkan betapa sayangnya sang ibu, yakni Ibu Salome. Dikisahkan, “Datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya”.

Ibunya meminta kepada Yesus agar kedua anaknya diberi kedudukan terhormat dalam Kerajaan Allah. Mengapa? Sebagai seorang ibu, ia sudah mempersembahkan kedua anaknya pada Tuhan. Secara manusiawi permintaan ini tentu wajar. Ibu mana yang tidak ingin anaknya bahagia dan sukses dalam hidupnya? Iya khan?

Atas permintaan itu, Yesus tidak marah. Justru Yesus dengan tenang mengajak mereka memikirkan dan menantang apakah mereka sanggup meminum piala penderitaanNya. Ketika mereka mengatakan, “kami dapat”, Yesus mengatakan bahwa mereka akan meminum cawan penderitaan itu. Namun hal duduk di dalam Kerajaan Allah hanyalah diberikan kepada orang yang berkenan kepada Allah Bapa.

Allah Bapa ternyata berkenan atas komitmen dan niat baik keluarga Zebedeus. Yakobus sangat total dalam mengikuti Yesus, bahkan dia mewartakan Injil sampai ke Spanyol. Relikwinya sangat terkenal dan dihormati di Santiago de Compostela, Spanyol. Tempat itu sampai sekarang menjadi tempat ziarah yang favorit, baik bagi anak muda maupun orang tua. Bahkan ada tradisi ziarah dengan berjalan kaki menuju tempat itu. Ada yang rute pendek, sedang dan panjang.

Dalam perjalanan waktu, Yakobus adalah rasul pertama yang minum piala kemartiran. Saat kembali ke Yerusalem, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman pancung pada tahun 44 atas perintah Raja Herodes Agripa I. Dia meninggal sebagai martir Kristus.

Pertanyaan refleksinya, kenangan apa yang dapat kita ingat terkait dengan kasih ibu terhadap hidup kita sebagai anaknya? Apa yang dapat kita usahakan agar dapat membahagiakan ibu kita? Seberapa total kita mengikuti Yesus selama ini?

Santo Yakobus, doakanlah kami. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr