Percik Firman: Perjumpaan yang Mengubah

Twitter
WhatsApp
Email
Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santa Maria Magdalena. Selain dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik, Santa Maria Magdalena juga dihormati oleh Gereja Ortodoks Timur, Persekutuan Gereja-gereja Anglikan, dan Gereja-gereja Protestan Lutheran.

Rabu, 22 Juli 2026
Pesta Santa Maria Magdalena
Bacaan Injil: Yoh. 20: 1-2.11-18

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santa Maria Magdalena. Selain dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik, Santa Maria Magdalena juga dihormati oleh Gereja Ortodoks Timur, Persekutuan Gereja-gereja Anglikan, dan Gereja-gereja Protestan Lutheran. Gereja-gereja Protestan selain Lutheran juga menghormatinya sebagai salah seorang srikandi iman.

Santa Maria Magdalena adalah seorang wanita dari desa Magdala, daerah nelayan di tepi barat Danau Galilea. Dia pernah disembuhkan Tuhan Yesus dari kuasa 7 roh jahat, kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Bahkan dia juga hadir dalam peristiwa penyaliban Yesus di Golgota dan menjenguk Yesus yang sudah dimakamkan.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana Maria Magdalena pergi ke makam. Makamnya siapa? Makamnya Yesus pada hari Minggu Paskah. Di makam tersebut, Maria Magdalena berjumpa dengan dua orang malaikat berpakaian putih dan Tuhan Yesus yang bangkit.

Dalam perjumpaan itu, Tuhan Yesus mengubah air mata Maria Magdalena: Dari air mata kesedihan menjadi air mata kegembiraan. Semangat Maria Magdalena juga menjadi menyala kembali. Dia mengalami tranformasi hidup (transformatio vitae) dari dukacita menjadi sukacita, dari loyo menjadi berkobar-kobar, dari semangat yang redup menjadi semangat yang menyala.

Intinya, perjumpaan dengan Yesus yang bangkit menjadikan hidupnya menyala kembali. Losta masta (Bikin hidup lebih hidup).

Dalam masyarakat Yahudi pada zaman Yesus, perempuan sering tidak diperhitungkan. Mereka tidak dianggap alias sering direndahkan. Sosok perempuan menjadi diperhitungkan saat Yesus melibatkan para perempuan dalam karya pelayanan-Nya. Salah satunya Maria Magdalena.

Dalam kisah kebangkitan Yesus, Injil Yohanes mengisahkan bahwa Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Maria Magdalena menjadi saksi kebangkitan yang pertama, bukan Petrus atau Yohanes. Kepadanya Tuhan Yesus memberi kepercayaan (trust) dan tangggung jawab yang penting dan besar.

Yesus meminta agar dia menyampaikan pesan supaya para murid berangkat ke Galiea (Matius) karena di sana mereka akan melihat Dia. Dan pesannya (Yohanes): “Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang Aku pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, Allah-Ku dan Allahmu”.

Pesan kebangkitan disampaikan kepada perempuan, yang telah bertobat dan diubah Tuhan. Perempuan dalam tatanan masyarakat saat itu tidak diperhitungkan. Namun kepada dia yang tidak diperhitungkan ini Yesus mempercayakan dan memberi pesan kenabian. Dia menjadi saksi kebangkitan yang pertama.

Berkah Dalem dan salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr