Kamis, 4 Juni 2026
Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34
Saudara-saudari yang terkasih,
Bacaan Injil dalam tiga hari berturut-turut ini mengisahkan perdebatan Tuhan Yesus dengan tiga kelompok yang sering berseberangan dengan-Nya, yaitu: orang Farisi, orang Saduki dan ahli Taurat (ahli Kitab).
Orang Farisi menanyai Yesus tentang boleh tidak orang membayar pajak kepada kaisar. Tuhan Yesus bisa menjawabnya dengan bijak. Lalu orang Saduki bertanya tentang kebangkitan badan. Syukurlah, Tuhan Yesus juga bisa menjawabnya dengan baik, sehingga mereka tidak dapat berkutik lagi.
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan giliran ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus tentang perintah paling utama. Mereka bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu “Perintah manakah yang paling utama?”
Kita tahu bahwa hukum Taurat dalam masyarakat Yahudi berisi 613 butir. Mereka membagi Hukum Taurat itu menjadi dua bagian, yaitu: 248 butir perintah dan 365 butir larangan.
Tuhan Yesus dengan bijaksana menegaskan bahwa perintah yang paling utama adalah mencintai Allah dan mencintai sesama manusia. Yang dikenal dengan Hukum Kasih. Dengan jawaban ini, Tuhan Yesus telah merangkum semua Hukum Taurat, yang disebutkan dalam Kitab Ulangan (Ul 6:5) dan Kitab Imamat (Im 19:18).
Hukum Kasih itu disimbolkan dengan kayu salib Kristus. Kayu yang vertikal melambangkan relasi kita dengan Allah, sedangkan kayu yang horizontal melambangkan relasi kita dengan sesama. Dalam menghayati Hukum Kasih itu, kita sebagai murid-murid Yesus diharapkan untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama.
Kita diundang untuk mengasihi orang lain seperti mengasihi diri kita sendiri, termasuk mengasihi musuh kita, mengasihi orang yang menyakiti kita, mengasihi orang yang menfitnah kita, maupun mengasihi orang yang telah mengkhianati kita.
Tidak mudah memang. Tapi mari kita terus mengusahakannya dari hari ke hari dengan bantuan rahmat Tuhan dan karunia Roh Kudus. Sulit bukan berarti tidak mungkin.
Pertanyaan Refleksinya, Bagaimana penghayatan kita terhadap peraturan selama ini? Sebagai Murid Kristus, apa usaha kita untuk menghayati Hukum Kasih itu?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









