Bertempat di Ruang Kepodang, kompleks PT Kanisius Yogyakarta (1/6/26) telah berlangsung kegiatan kolasi bersama bagi para imam di Kevikepan Yogyakarta Barat dan Kevikepan Yogyakarta Timur. Kolasi mengambil tema Ekaristi, dengan menghadirkan narasumber Romo Emanuel Pranawa Dhatu Martasudjita, Pr (Guru Besar Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) dan Romo Joseph Kristanto Suratman, Pr (Pastor Paroki Santa Maria Assumpta, Klaten). Kegiatan kolasi ini diikuti sekitar 100 orang peserta termasuk undangan dari Para Imam Paroki/komunitas dan tarekat yang ada di DIY serta undangan dari Kevikepan di luar DIY.
Urgensi Ekaristi dalam Kehidupan Gereja
Dalam pengantar kolasi, Romo Antonius Hendri Atmoko, Pr selaku Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Yogyakarta Barat menyampaikan bahwa Ekaristi merupakan jantung kehidupan Gereja. Dalam perayaan Ekaristi, Kristus sendiri hadir dan menyapa umat-Nya melalui Sabda dan Tubuh-Nya. Ekaristi mempersatukan umat beriman sebagai satu tubuh Kristus dan mengutus mereka untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia. Oleh karena itu, Gereja mengimani bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani. Komisi Liturgi berharap kegiatan ini makin memperkaya pemahaman para imam mengenai makna dan peran Ekaristi dalam kehidupan Gereja.
Sementara itu, Romo A.R. Yudono Suwondo, Pr (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat) memberikan pengantar membuka kolasi. Dikatakannya bahwa dalam pelbagai kesempatan Paus Leo mengingatkan umat Katolik tentang sikap terhadap liturgi. Bapa Suci menyatakan liturgi adalah kekuatan utama dalam menopang umat Katolik, memperbarui iman dan mendorong misi Gereja di dunia. Karena itu, umat dan terlebih para imam diminta untuk menghormati teks dan tata perayaan misa, serta dilarang mengubah-ubah tata cara ibadah semaunya. Umat beriman juga diajak untuk mengalami liturgi secara mendalam, membiarkan diri dibentuk oleh ritus, simbol, dan kehadiran nyata Kristus di dalam setiap perayaan.
Memahami Ekaristi dalam Konteks Zaman
Pemahaman Ekaristi dalam Perjanjian Lama, antara lain mengenai pembentukan Perjanjian Baru, kurban dalam hukum Musa, konsep kenajisan dan kekudusan, serta simbol manna dan roti kehadiran merupakan materi awal yang dipaparkan Romo EPD Martasudjita, Pr. Secara lengkap Romo Marta juga menyampaikan pendalaman biblis, teologis, dan magisterial tentang Ekaristi sebagaimana dituliskan dalam buku terbaru yang ditunjukkan.
Adapun materi pemahaman Ekaristi dalam Perjanjian Baru disajikan melalui pembahasan Perjamuan Malam Terakhir, teologi Ekaristi menurut Santo Paulus, serta kekhasan teologi Ekaristi dalam Injil Matius, Injil Lukas, dan Kisah Para Rasul. Makna Ekaristi Mingguan sebagai “Hemera Mia” atau hari pertama ciptaan baru, serta Ekaristi harian sebagai persekutuan hospitalitas rezeki kehidupan merupakan materi menarik yang dibicarakan.
Pendalaman materi diperkaya dengan refleksi teologi Ekaristi menurut Santo Yohanes Krisostomus yang menekankan Ekaristi sebagai pujian syukur kepada Bapa, kehadiran sakramental Yesus Kristus, karya Roh Kudus, pembentuk Gereja, dan tanda pengharapan menuju kepenuhan eskatologis. Seluruh pemaparan tersebut mengajak peserta untuk makin mengagumi misteri Ekaristi sebagai pusat kehidupan Gereja.

Kongres Ekaristi Paroki
Kegiatan KEP ini pernah dilaksanakan di Paroki Santa Maria Assumpta Klaten, Jawa tengah pada tahun 2025. Romo Joseph Kristanto Suratman, Pr membagikan pengalaman mengenai persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut yang dilakukan berikut pernik-perniknya. Tema yang diangkat dalam Kongres Ekaristi Paroki 2025 adalah “Kita Semua Mendapat Bagian Dalam Satu Roti Itu” (1 Korintus 10:17). Dikatakannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan KEP didasarkan pada semangat pembaruan hidup dan pengharapan kristiani. Semangat tersebut diteguhkan melalui tema Yubileum “Spes Non Confundit” (Pengharapan Tidak Mengecewakan), yang mengingatkan bahwa kasih Allah yang dicurahkan melalui Roh Kudus menjadi dasar pengharapan umat beriman.
Berbagai program yang dilaksanakan dalam rangka Kongres Ekaristi Paroki antara lain melakukan pendalaman tema-tema bulanan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Ada 12 tema antara lain: Ekaristi adalah Jalan Tol ke Surga, Yesuslah Pintu ke Surga, dan Hidup Ekaristi dan Adoratif. Paroki juga melakukan berbagai kegiatan seperti seminar, ziarah pengharapan, penerimaan komuni pertama, penerimaan krisma, adorasi, dan sebagainya. Dengan tema “Kita Semua Mendapat Bagian dalam Satu Roti Itu” umat digerakkan untuk makin mencintai Ekaristi dan menghayati serta menghidupinya dalam keseharian.
Untuk melaksanakan Kongres Ekaristi Paroki memang dibutuhkan anggaran dana serta menyatukan dan membangun kesadaran umat akan pentingnya kegiatan ini bagi umat. Dengan berbagai tantangan dan dinamika yang dilalui, Kongres Ekaristi Paroki yang berlangsung selama setahun membuahkan hasil yang baik. Umat makin banyak memenuhi gereja yang rajin mengikuti misa harian adalah salah satu indikasi yang dilihat di paroki ini.

Tindak Lanjut Kolasi
Dalam kesempatan kolasi ini hadir empat orang vikep dari Kevikepan Surakarta, Kedu, Yogyakarta Barat, dan Yogyakarta Timur. Melanjutkan kebijakan Uskup Agung KAS yang telah menetapkan perhatian khusus pada Ekaristi, maka selanjutnya akan diikuti dengan adorasi Sakramen Mahakudus pada tanggal 6-7 Juni mendatang di semua paroki se-KAS.
Dalam peneguhan penutup yang disampaikan para Vikep: Romo Andrianus Maradiyo, Pr (Yogyakarta Timur), Romo A.R. Yudono Suwondo, Pr (Yogyakarta barat), dan Romo Antonius Dodit Haryono, Pr disampaikan harapan agar peserta makin diperkaya dalam pemahaman dan penghayatan akan misteri Ekaristi. Dengan demikian para imam makin mampu menghadirkan semangat Ekaristi dalam kehidupan Gereja dan perutusan di tengah masyarakat melalui kesaksian hidup keseharian.
(Naning/V. Andy)









