Kulon Progo 16 Mei 2024, Bekerja sama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kelompok Tani Lestari Santa Theresia Liseux Boro melaksanakan kegiatan pelatihan mengolah empon-empon menjadi produk minuman kesehatan yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diupayakan untuk meningkatkan ketrampilan anggota kelompok tani untuk menumbuhkan semangat wirausaha untuk mengembangkan produk lokal berbasis tanaman pekarangan.
Work shop ini juga diharapkan dapat membuka wawasan lebih luas agar Kelompok Tani Lestari dapat mengembangkan tanaman empon-empon tidak hanya menjadi tanaman pekarangan tetapi bisa menjadi home industry yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Kegiatan dilaksanakan dengan mengambil tempat di Homestay Bagio ini diikuti oleh 50 peserta anggota kelompok Tani Lestari. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dipimpin oleh Prof. A.K. Prodjosantoso, Ph.D. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan ketrampilan kepada Masyarakat khususnya kepada Kelompok Tani Lestari.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi “Pengolahan empon-empon” oleh Ibu Yohana Elisabet Berty sebagai pemilik home industry “Sumber Berkah”. Ibu Yohana membagikan pengalamannya dalam merintis usaha dan teknik mengolah empon-empon. Edukasi ini membuka wawasan masyarakat tentang potensi empon-empon sebagai sumber bahan alami yang ramah lingkungan dan memiliki nilai manfaat tinggi.
Setelah pemaparan materi pembelajaran dilanjutkan sesi praktik produksi olahan kunyit asem, beras kencur, sirup jahe, dan serbuk instan yang dipandu oleh Ibu Yohana Berty dan Regina Tutik Padmaningrum. Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap produk praktik pengolahan. Ketua kelompok Tani Lestari, Bapak Yoakim Subagio, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. “Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan ini mendorong kami untuk memanfaatkan tanah kosong di pekarangan dan berwirausaha. Harapan ada keberlanjutan dalam pendampingan, seperti pemasaran” ujarnya.(Regina Tutik P)









