KEDU, SALAM- Dunia hari ini seakan tersihir oleh kecepatan algoritma. Kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar alat, melainkan narasi besar yang mendominasi percakapan global, mulai dari ruang redaksi hingga ke meja makan keluarga.
Namun, di tengah gemuruh teknologi yang serba otomatis ini, para pegiat komunikasi sosial (KOMSOS) berkumpul di Wisma Salam Jagang Lor, Salam, Kec. Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada 16-17 Mei 2026 untuk mencari satu hal yang sering terlupakan yakni esensi kemanusiaan dalam gelaran Jambore Komsos Kevikepan Yogyakarta Barat
Acara dari Kevikepan Yogyakarta Barat ini bukan sekadar pertemuan rutin. Diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Komunikasi Sedunia ke-60, dan menjadi momen krusial bagi kita untuk berhenti sejenak, melihat layar perangkat kita, dan bertanya: “Masihkah ada wajah manusia di sana?”
Tema besar yang diusung oleh Bapa Suci dan ditekankan kembali oleh Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr dalam jambore ini adalah tentang cara manusia merawat, melestarikan, dan menjaga wajah serta suara orisinalitas kita. Sebagai praktisi media Katolik, kita harus menyadari bahwa wajah dan suara manusia bukan sekadar data visual atau frekuensi audio yang bisa dikloning oleh AI.
Secara teologis dan etis, wajah manusia adalah representasi dari Imago Dei Citra Allah. AI mungkin bisa meniru kemiripan, tetapi ia tidak bisa mereplikasi kehadiran yang penuh jiwa dan empati yang lahir dari perjumpaan nyata. Menjaga “wajah” berarti memastikan bahwa setiap konten digital yang kita produksi tetap memiliki kedalaman batiniah dan martabat yang tidak bisa diberikan oleh barisan kode komputer mana pun.
“Bagaimana merawat, melestarikan, menjaga wajah dan suara manusia di tengah gempuran teknologi AI dan juga teknologi informasi yang sedemikian besar ini.”, tegas Romo Ari.

Dalam momen tersebut salah satu punggawa Unit Pengembangan Pastoral Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (UPP Komsos KAS ) yang mengelola media resmi keuskupan dan siaran pastoral yakni Fransiscus Borgia Edgar Sucakti Pandu Mahasurya membagikan pandangannya mengenai AI.
Sesi yang dibawakan oleh Ega mengenai dilema AI apakah manipulasi atau malah menjadi inovasi yang memberikan tantangan intelektual bagi para peserta. Sebagai strategi komunikasi, kita harus memahami bahwa garis pemisah antara inovasi yang memberkati dan manipulasi yang menyesatkan terletak pada niat dan Integritas.
AI hanyalah alat. Perbedaan mendasarnya adalah Inovasi digunakan untuk memperluas jangkauan misi pewartaan (evangelisasi), sementara manipulasi sering kali hanya melayani ego atau penyebaran informasi yang tidak akurat. Memahami perbedaan ini adalah “kekuatan dan semangat” baru bagi kita. Kita diajak untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan kompas moral, memastikan AI menjadi sarana untuk melayani Tuhan, bukan alat untuk membelokkan kebenaran.
Keindahan Jambore 2026 di Wisma Salam ini terpancar dari semangat kolaborasinya. Ini bukan sekadar acara satu wilayah, melainkan sebuah sinergi yang melibatkan Komsos Kevikepan Yogyakarta Barat, Komsos Paroki Sekevikepan, hingga dukungan persaudaraan dari Komsos Kevikepan Kedu. Kehadiran UPP Komsos KAS sebagai pendamping menegaskan bahwa komunikasi gerejawi adalah sebuah “Gerak Bersama.”
Sinergi lintas paroki dan kevikepan ini adalah kunci keberhasilan strategi pewartaan modern. Kita tidak hanya berbagi konten, tetapi berbagi visi dan beban kerja. Inilah kekuatan kita sebuah gerakan kolektif yang memastikan bahwa suara kebaikan Tuhan terdengar lebih nyaring di tengah kebisingan dunia digital yang serba cepat namun sumir.
Jambore Komsos 2026 di Wisma Salam telah usai, namun “kerja bersama” baru saja dimulai. Pesan dari Romo Ari sangat jelas. Komsos bukanlah sekadar departemen teknis, melainkan sebuah gerakan hati. Kita melangkah maju dengan komitmen untuk tetap menggunakan hati di tengah teknologi, dan menggunakan hikmat di tengah limpahan data.
Penulis: Sunbio Pratama
Editor: Agus Weraiter
Sumber: hasil liputan tim Komsos Kedu yang diunggah ke instagram dengan tautan sebagai berikut: https://www.instagram.com/reel/DYaBmRqS4tN/?igsh=NHMxc2RrNWgxNG12









