Percik Firman: Membangun Relasi dengan Tuhan

Twitter
WhatsApp
Email
Kalau kita berdoa, biasanya apa yang kita ungkapkan pada Tuhan? Ungkapan syukur, memuji Tuhan atau mengajukan permohonan?

Sabtu, 16 Mei 2026

Novena Roh Kudus hari ke-2

Bacaan Injil: Yoh 16:23b-28

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Kalau kita berdoa, biasanya apa yang kita ungkapkan pada Tuhan? Ungkapan syukur, memuji Tuhan atau mengajukan permohonan?

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus mengungkapkan bahwa “Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah pencobaan dan di tengah kegembiraan”.

Sedangkan Katekismus Gereja Katolik (KGK) mengajarkan bahwa Doa berarti mengangkat hati dan budi menuju Allah, atau memohon hal-hal baik kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

Dalam bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-2 ini, Tuhan Yesus menasihati kita untuk berani meminta kepada Bapa. “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu”, pinta Yesus.

Sabda Yesus hari ini memberikan kita kelegaan, rasa ayem, dan sukacita. Allah Bapa kita adalah sumber segala rahmat. Dia adalah Bapa yang peduli dan mengerti kebutuhan dan kerinduan kita anak-anak-Nya. Dengan berdoa, kita menyadari bahwa kita membutuhkan Tuhan. Kita juga menyadari kerapuhan dan keterbatasan kita.

Santa Theresa dari Kalkuta pernah mengungkapkan, ”Berdoa itu amat sulit apabila orang tidak tahu bagaimana ia sebaiknya berdoa, maka kita harus saling membantu untuk belajar doa. Apa yang paling penting adalah keheningan. Keheningan memberi kita suatu pandangan baru tentang segala sesuatu.”

Kemajuan atau kemunduran kita dalam hidup rohani ditentukan sejauh mana relasi dan kedekatan kita dengan Tuhan. Kardinal Carlo Martini menyatakan ada 5 penyebab kemunduran atau krisis dalam hidup rohani, yaitu: Kemalasan dalam doa; Kurangnya disiplin dalam pengendalian diri terhadap hal-hal lahiriah; Kurangnya pendidikan atau bina lanjut dan merasa puas diri; Adanya kemunafikan/kebohongan; dan Kurangnya keyakinan tentang pentingnya hidup pewartaan.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi kita dengan Tuhan akhir-akhir ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr