Percik Firman: Motivasi Mengikuti Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana orang banyak merasa senang dengan Yesus. Bukan karena ajaran Yesus, tetapi karena dikenyangkan dengan adanya mukjizat 5 roti dan 2 ikan. Mereka mengikuti Yesus karena bermula dari makanan (jasmaniah).

Senin, 20 April 2026

Bacaan Injil: Yoh 6:22-29

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana orang banyak merasa senang dengan Yesus. Bukan karena ajaran Yesus, tetapi karena dikenyangkan dengan adanya mukjizat 5 roti dan 2 ikan. Mereka mengikuti Yesus karena bermula dari makanan (jasmaniah).

Dalam perjalanannya Yesus memurnikan motivasi orang banyak dalam hal mengikuti Dia. Mereka dibimbing agar sampai pada kesadaran untuk mengikuti Yesus karena hal yang spiritual atau rohaniah, yaitu: beriman pada Allah, percaya pada Yesus yang diutus Allah, dan mengalami keselamatan.

Yesus membawa mereka pada motivasi yang lebih dalam, tidak sekedar jasmaniah. Sampai mereka bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Dan Yesus pun menjawab, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah”.

Ya, Percaya kepada Yesus sebagai utusan Allah. Dalam perjalanan rohani kita sebagai orang Katolik selama ini, Allah terus memurnikan motivasi kita. Termasuk pengalaman saya pribadi, Allah juga membimbing saya dari seorang anak kecil yang dulu senang ke gereja karena dibelikan makanan (snack) dan sekarang menjadi seorang imam yang terlibat dalam karya pewartaan keselamatan Allah. Menjadi imam bukan karena cibus (makanan) dan status, tetapi berjuang sampai pada mewartakan Kristus.

Semoga Tuhan memampukan kita untuk mengikuti Dia dengan motivasi yang semakin baik. Setia kepada-Nya, baik dalam suka maupun duka. Pejah gesang ndherek Gusti.

Pertanyaan refleksi, apa motivasi kita mengikuti Yesus saat ini? Bagaimana usaha kita untuk terus memurnikan motivasi sampai ke tahap rohani?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr