SOROPADAN, KEDU-Sebanyak 3.000 orang dari tujuh desa di Kabupaten Temanggung dan Magelang, Jawa Tengah, bergotong-royong, bersama-sama membersihkan lapisan sedimen dan sampah di di daerah irigasi Soropadan di Kecamatan Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (25//1/2026). Kegiatan pembersihan saluran dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengatasi persoalan krisis air pertanian yang sudah melanda lima desa tersebut selama sekitar lima bulan terakhir.
Ketua Gabungan Paguyuban Petani Pengguna Air (GP3A) Dharma Tirta Soropadan, Kusnindaryanto, mengatakan, kerja bakti ini melibatkan umat lintas iman, dan warga dari berbagai profesi. Selain petani, gotong royong ini juga melibatkan personil dari TNI, Polri, dan relawan dari beragam komunitas dan organisasi termasuk dari Banser dan umat Katolik Wilayah Santa Maria Regina Pacis Secang (perbatasan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang).
“Banyak orang mau terlibat karena semuanya benar-benar merasakan rasa yang sama, prihatin terhadap masalah krisis air ini,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara kerja bakti, Minggu (25/1/2026).
Pembersihan dilakukan di saluran sepanjang lima kilometer. Adapun, total panjang saluran dari daerah irigasi Soropadan mencapai sekitar 13 kilometer.
Krisis air terjadi karena kejadian bencana longsor, dan beberapa kali kegiatan fisik dari bagian hulu saluran, yaitu Bendung Pondoh di Kabupaten Temanggung. Dengan debit sekitar 1.000 liter per detik, Bendung Pondok mengairi 508 hektar lahan pertanian di Kabupaten Temanggung dan Magelang dan melewati berbagai wilayah, yakni Empat desa yang ada di Kecamatan Pringsurat, Temanggung antara lain : Desa Rejosari, Desa Pringsurat, Desa Kebumen, Desa Soropadan (Kecamatan Pringsurat, Temanggung).
Kemudian tiga desa/kelurahan di Kecamatan Secang, Magelang yakni: Desa Krincing, Desa Ngabean, dan Kelurahan Secang (Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang). Adapun daerah irigasi tersebut berada di wilayah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gotong royong ini, menurut dia, adalah upaya terakhir yang mampu terpikir dan mampu dilakukan karena warga merasa terdesak, tidak mampu melakukan aktivitas bertani.
“Jangankan bertanam padi, selama lima bulan ini, bahkan kami kesulitan untuk menanam jagung,” ujarnya.
Pembersihan saluran ini juga dinilai warga harus segera dilakukan karena 508 hektar lahan pertanian tersebut juga turut berkontribusi pada produksi pangan Jawa Tengah.
Dengan kerja bakti ini, warga di tujuh desa diperkirakan akan mampu mengeruk sekitar 3.000 meter kubik sedimen dari daerah irigasi Soropadan. Gotong royong pembersihan daerah irigasi dilakukan serempak di tujuh desa pada Minggu pagi, mulai pukul 07.00 WIB-11.00 WIB.
Saryanto, salah seorang perangkat Desa Soropadan, mengatakan, sebelumnya, kesulitan air ini diatasi petani dengan mencoba menjaga, sebisa mungkin membersihkan sebagian sedimen sehingga air irigasi, setidaknya bisa tetap mengalir ke sawah masing-masing.
“Menurut istilah di sini, petani sebelumnya sudah mencoba ngurut banyu,” ujarnya.
Setelah sebelumnya melakukan secara perorangan, maka akhirnya warga pun memutuskan untuk mengatasi masalah ini dengan bersama-sama membersihkan saluran irigasi.
Herman Josehph Samijo Ketua wilayah Santa Maria Regina Pacis Secang, mengatakan, masalah krisis air ini sempat diungkapkan oleh salah satu umat Katolik dalam acara pertemuan dari Paguyuban Kristen Katolik di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Permasalahan ini kemudian direspon oleh romo dan umat Katolik Paroki Santa Maria di wilayah Kecamatan Secang.
“Ada sekitar 85 orang dari Paroki Santa Mara Fatima yang kemudian menyatakan diri siap ikut terlibat dalam kerja bakti ini,” ujarnya.
Camat Pringsurat Mila Setiya Mina Harsono, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya warga yang mampu berkolaborasi, mengatasi masalah krisis air ini secara bersama-sama.
Sebelumnya, jajaran Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah melakukan upaya penanganan darurat untuk mengatasi longsor di sekitar aliran air. Upaya ini, ditambah dengan upaya kerja bakti dari warga, dinilainya akan mampu membantu kelancaran aliran irigasi dalam waktu dekat.
Bupati Temanggung, Agus Setiawan, mengapresiasi positif kerja bakti yang dilakukan warga.lintas iman dan lintas kabupaten ini.
“Kerja bakti ini sungguh luar biasa karena tidak mudah untuk menentukan momentum di mana warga bisa bersama-sama merasa sensitif, peduli terhadap masalah irigasi,” ujarnya.
Ke depan, dia pun berharap warga bisa menjaga hasil kerja bakti ini dengan terus menjaga kelancaran air irigasi.
Penulis: Regina Ruri
Editor: Agus Weraiter









