Semarang – Yayasan Insan Sekolah Kasih-Tim Peduli Pendidikan (YISK-TPP) Kevikepan Semarang merayakan satu dekade pelayanannya pada Jumat (10/1/2026). Perayaan berlangsung di Bank Danamon Building Lantai 2 dan dihadiri para mitra serta pemerhati pendidikan Katolik.

Mengusung tema “Merajut Kolaborasi dalam Kasih, Menggerakkan Pemimpin Visioner yang Berdampak”, perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan sepuluh tahun karya pelayanan YISK-TPP di bidang pendidikan. Momentum tersebut sekaligus mempererat kerja sama dan silaturahmi dengan sekolah serta yayasan mitra di Kevikepan Semarang. Sejumlah perwakilan lembaga pendidikan dan mitra turut hadir dalam acara tersebut.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr., dalam sambutan melalui video, menyampaikan apresiasi atas kontribusi YISK-TPP dalam pelayanan pendidikan. Ia menilai YISK-TPP telah banyak membantu sekolah, siswa, dan guru sekolah Katolik yang membutuhkan pendampingan untuk berkembang.
“YISK-TPP telah ambil bagian nyata dalam pelayanan pendidikan di Kevikepan Semarang. Ke depan, saya berharap YISK-TPP semakin mengembangkan pelayanannya secara kolaboratif dan inovatif,” ujar Romo Sugiyana.

Ketua YISK, Yosef Indra, mengatakan sepuluh tahun perjalanan YISK-TPP merupakan wujud pelaksanaan tugas pelayanan pendidikan di Kevikepan Semarang. Fokus utama YISK-TPP adalah mendampingi sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan Gereja agar bertumbuh menjadi sekolah Katolik yang berkembang, maju, dan berkarakter.
“Mulai tahun ini, kami menjalankan pelayanan sejalan dengan Ardas ke-9 Keuskupan Agung Semarang tahun 2026, yakni Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan,” kata Yosef.

Ia menjelaskan, selama ini YISK-TPP menjalankan berbagai program yang selaras dengan arah dasar Keuskupan, antara lain pelatihan kepala sekolah, pelatihan guru, serta pendampingan siswa. Ke depan, YISK-TPP juga akan mengembangkan program pendampingan bagi orang tua.
Dalam semangat kolaborasi, Yosef berharap lembaga pendidikan dan para pemangku kepentingan di Kevikepan Semarang, bahkan di tingkat Keuskupan Agung Semarang, dapat semakin memperkuat kerja sama untuk memajukan pendidikan Katolik.

Puncak perayaan satu dekade YISK-TPP ditandai dengan seminar kepemimpinan yang disampaikan oleh Ig. Kingkin Teja A. dari Learning and Development YKTI. Dalam paparannya, Kingkin menekankan pentingnya kepemimpinan visioner dalam dunia pendidikan melalui empat kerangka kepemimpinan, yakni adaptive, distributed, result oriented, dan transformational.
Menurut Kingkin, kepemimpinan adaptif menjadi kebutuhan utama karena konsumen pendidikan saat ini didominasi generasi milenial dan generasi Z, baik dari sisi siswa maupun pendidik. Sementara itu, kepemimpinan distributed menuntut pemberdayaan kepala sekolah agar selaras dengan tujuan yayasan melalui pembekalan, pembinaan, dan evaluasi yang sistematis.
“Proses pendidikan harus menunjukkan hasil-hasil cepat sebagai indikator bahwa kita berada di jalur yang benar. Spiritualitas yayasan juga perlu tampak dalam kegiatan sehari-hari melalui tuntunan perilaku yang jelas,” tegasnya. (BD Elwin)